Sebanyak Ini Uang yang Disita KPK dari Rumah Silmy Karim

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - KPK menyita uang dari penggeledahan rumah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim (SK) pada 5 Juni 2026.

“Uang rupiah senilai Rp59 juta, 12.200 dolar Amerika Serikat, 1.250 euro, dan 80.000 yen,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis, Jumat.

BACA JUGA: Konon Silmy Karim Sempat Berkomunikasi dengan Bos Kampung Rusia

Budi menyampaikan pernyataan tersebut untuk meluruskan kembali informasi yang beredar di masyarakat terkait foto tumpukan uang yang viral di media sosial.

“Kami luruskan bahwa foto tumpukan valas (valuta asing atau mata uang asing, red.) yang ramai beredar di media sosial bukan bagian dari giat penggeledahan KPK di rumah SK,” katanya.

BACA JUGA: Moge hingga Mobil Mewah Diangkut KPK dari Rumah Silmy Karim

Sebelumnya, pada 2-3 Juni 2026, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing. Operasi tersebut merupakan OTT ke-11 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.

Dalam operasi itu, KPK menangkap 17 orang yang terdiri atas delapan penyelenggara negara atau aparatur sipil negara (ASN) dan sembilan pihak swasta yang diduga berperan sebagai perantara pengurusan dokumen keimigrasian.

BACA JUGA: KPK Sita Dolar, Euro, hingga Yen dari Rumah Silmy Karim Terkait Kasus Pemerasan WNA

Sementara itu, Silmy Karim mendatangi KPK pada 3 Juni 2026 untuk menyerahkan diri.

Pada 4 Juni 2026, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan izin tinggal WNA selama periode 2022-2026 di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang kemudian beralih ke Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Para tersangka diduga memperoleh keuntungan sebesar Rp145,5 miliar dari praktik tersebut.

Delapan tersangka itu antara lain Silmy Karim yang pernah menjabat Direktur Jenderal Imigrasi periode 2023-2024, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi periode 2024-2025 Saffar Muhammad Godam, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra yang sempat menjabat Direktur Izin Tinggal dan Status Keimigrasian periode 2024–2025, serta Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah.

Tersangka lainnya, yakni Kepala Subdirektorat pada Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Tessar Bayu Setyaji dan Bagus Bramantyo, Ketua Tim Alih Status Izin Tinggal Terbatas (ITAS) Juniadi Sri Priambudi, serta Staf Subdirektorat Izin Tinggal Gusti Benardiansyah. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Daftar 26 Pemain Timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2026


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Balik Kesuksesannya, Mathew Baker Ternyata Pernah Menghadapi Tantangan Besar: Sang Ibu Ungkap Faktanya
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: Shakira dan Burna Boy Tampil Meriah di Pembukaan Piala Dunia 2026
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
ESDM Setujui RKAB 664 IUP Batu Bara Cs
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasto PDIP Kritik Kenaikan Harga Pertamax: Gerus Kemampuan Kelas Menengah, Harusnya Opsi Terakhir
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Pemakaman Ali Khamenei Ditunda hingga Akhir Juni atau Awal Juli
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.