Sinar Mas Agribusiness and Food meraih lima penghargaan dalam HR Asia Awards 2026. Selain kembali dinobatkan sebagai HR Asia Best Companies to Work for in Asia untuk dua tahun berturut-turut, perusahaan juga memperoleh HR Asia Diversity, Equity & Inclusion Award, HR Asia People Transformation Award, HR Asia Sustainable Workplace Award, dan HR Asia Tech Empowerment Award.
Penghargaan tersebut diberikan atas berbagai inisiatif perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia, penciptaan lingkungan kerja yang inklusif, penerapan praktik keberlanjutan, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung karyawan dan operasional bisnis.
HR Asia Awards yang diselenggarakan Business Media International merupakan salah satu ajang penghargaan perusahaan terbaik di Asia. Penilaian dilakukan berdasarkan umpan balik karyawan dan kualitas lingkungan kerja. Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan ke-11 penghargaan tersebut di Indonesia sejak pertama kali hadir pada 2016.
Bagi perusahaan, penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya berkelanjutan dalam membangun budaya kerja yang mendukung pertumbuhan karyawan. Sinar Mas Agribusiness and Food menerapkan budaya kerja Care-Do-Win yang berfokus pada pemberian dukungan kepada karyawan sepanjang perjalanan karier, mendorong inovasi, serta membantu karyawan berkembang dan berkontribusi terhadap kinerja perusahaan.
Marcus L. Budimulia, Head of Organisation and Workforce Strategy Sinar Mas Agribusiness and Food, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan individu.
"Penghargaan ini mencerminkan upaya kami dalam menciptakan lingkungan kerja yang memberikan kesempatan bagi karyawan untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi. Pengakuan ini juga mendorong kami untuk terus meningkatkan cara kami mendukung karyawan pada berbagai tahap perjalanan karier mereka," ujar Marcus dikutip Jum'at (12/6).
Untuk mendukung pengembangan kompetensi, perusahaan menyediakan akses ke SMILE (Sinar Mas Integrated Learning Ecosystem), platform pembelajaran yang menawarkan lebih dari 20.000 modul pelatihan. Selain itu, perusahaan memiliki tiga pusat pelatihan di area operasional dan menjalankan berbagai program pengembangan kepemimpinan.
Perusahaan juga menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai salah satu prioritas melalui berbagai program yang mencakup kesehatan, keselamatan kerja, keterlibatan karyawan, inklusi, dan pengembangan profesional. Saat ini, perempuan mencakup lebih dari 25% dari total tenaga kerja perusahaan.
Pemanfaatan teknologi turut menjadi bagian dari strategi pengelolaan sumber daya manusia dan operasional. Perusahaan mengadopsi berbagai solusi digital, mulai dari proses rekrutmen berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem pemantauan kebakaran berbasis AI, hingga SmartTrace, platform ketertelusuran berbasis blockchain yang memberikan visibilitas rantai pasok kelapa sawit.
Di sisi keberlanjutan, Sinar Mas Agribusiness and Food menjadi salah satu perusahaan kelapa sawit pertama yang menerapkan Kebijakan Tanpa Bakar (Zero Burning Policy) pada 1997. Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui penerapan prinsip No Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE).
Pada 2025, perusahaan meluncurkan Collective for Impact, kerangka keberlanjutan yang menjadi panduan bagi berbagai inisiatif perusahaan di bidang iklim, alam, dan masyarakat.
Komitmen perusahaan juga diwujudkan melalui sejumlah program pemberdayaan masyarakat, antara lain RISE (Realising Indonesia Smallholders Empowerment), termasuk Sawit Terampil, serta Bright Future Initiative. Program-program tersebut ditujukan untuk mendukung petani swadaya dan pelaku usaha lokal dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan mereka.
"Kami bersyukur atas penghargaan ini dan ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan atas dedikasi dan kontribusi mereka. Kami juga mengapresiasi kepercayaan dan dukungan dari para mitra serta pemangku kepentingan. Dukungan yang terus diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus membangun lingkungan kerja yang positif dan inklusif," tutup Marcus.



