Danantara Terbitkan Obligasi Internasional USD 1,5 M, Permintaan Lebih 3x Lipat

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, tingginya ketidakpastian geopolitik, serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, Danantara Indonesia, melalui Danantara Investment Management (DIM), tetap memperoleh kepercayaan yang kuat dari pasar keuangan internasional.

Hal ini tercermin dari suksesnya penerbitan obligasi internasional perdana Danantara Indonesia senilai USD 1,5 miliar.

Antusiasme investor global terlihat dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar USD 4,6 miliar, atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan. Minat tersebut didorong oleh investor institusi berkualitas dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

Keberhasilan ini menunjukkan Danantara Indonesia dipandang memiliki fundamental, tata kelola, dan prospek jangka panjang yang kuat, sehingga tetap menjadi tujuan investasi bagi investor global bereputasi tinggi.

Kepercayaan yang diberikan pasar internasional ini juga diharapkan dapat memperkuat keyakinan investor domestik dan masyarakat luas terhadap kekuatan kerangka institusional Danantara Indonesia.

Tingkat Imbal Hasil

Penawaran obligasi perdana DIM ditetapkan pada tingkat imbal hasil berikut:

Hasil Penetapan Harga

Obligasi ini ditetapkan pada spread yang ketat terhadap kurva sovereign Republik Indonesia.

Pencapaian spread yang begitu dekat dengan kurva Republik Indonesia, dengan konsesi penerbitan perdana yang terbatas pada transaksi debut tanpa dukungan kurva eksisting maupun rekam jejak penerbitan, mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap profil kredit, tata kelola, dan institusi DIM.

Spread DIM terhadap kurva Republik Indonesia berada pada level yang kompetitif dibandingkan dengan penerbit berafiliasi sovereign yang telah mapan. Hal ini mencerminkan pengakuan investor terhadap kekuatan kerangka institusional DIM serta keterkaitannya dengan sovereign.

Permintaan Investor dan Alokasi

Total peak orderbook gabungan melampaui USD 4,6 miliar, lebih dari 3 kali lipat dari total nilai penerbitan, dengan partisipasi investor institusi di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika (EMEA), dan Asia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perempuan Ditemukan Tewas di Rumahnya di Cirebon, Perhiasan Emas Dilaporkan Hilang | BORGOL
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Banderol Baru Pertamax Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Harga Asli Sentuh Rp20 Ribuan
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Respons Cepat Aduan Warga dan Media Sosial Polsek Belitang Hilir Bongkar Judi Ayam di Dusun Beruduk
• 16 menit lalutvonenews.com
thumb
Menlu Sugiono Sebut Diplomasi Tak Lagi Sekadar Politik, Kini Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Nasional
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Jerman Sebut RI Jadi Tujuan Investasi yang Menarik, Ini Alasannya
• 6 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.