JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi saling dorong antara aparat TNI-Polri dengan mahasiswa terjadi di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) sore.
Pantauan Kompas.com di lokasi, keributan itu pecah ketiga kalinya tepat di depan Gedung Thamrin Nine sekitar pukul 16.30 WIB.
Keributan bermula dari massa aksi yang memprotes aksi blokade yang dilakukan aparat agar mereka tak bisa menggelar demo di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Baca juga: Massa Mahasiswa Tertahan 2 Jam di Jalan Thamrin, Mau ke Bundaran HI Diadang Berlapis-lapis Aparat
Padahal, sejak awal rencana mereka adalah menggelar demonstrasi tepat di titik Bundaran HI dan telah memberikan surat pemberitahuan.
"Buka, buka, buka jalannya, buka jalannya sekarang juga!" seru mahasiswa.
Barisan aparat sempat dilempari botol plastik hingga sepatu dari arah yang tidak diketahui.
Kemudian, massa yang berada di barisan paling depan pun membentuk barikade dengan berpegangan tangan, berhadapan dengan polisi.
Setelahnya, salah satu peserta aksi meneriakkan aba-aba agar massa maju ke depan.
"Satu, dua, tiga, maju, maju!" seru salah satu peserta aksi, disambut dorongan massa ke arah aparat.
Salah satu titik barikade aparat kepolisian sempat tertembus, membuat sebagian massa aksi berhasil merangsek masuk ke balik barisan aparat.
Namun, setelah barikade tertembus, barisan polisi lainnya berlari dari arah Bundaran HI dengan membawa barikade besi.
Tameng itu dikerahkan agar mahasiswa tak bisa menyentuh Bundaran HI yang dinilai merupakan jantung perekonomian ibu kota.
Baca juga: Bukan di DPR, Bukan di Depan Istana, Mengapa Mahasiswa Mau Demo di Bundaran HI?
Keributan tak hanya berhenti sampai di sana.
Massa yang tak mengenakan almamater tetap mencoba menerobos barikade besi dengan mendorong hingga menendang barikade.