Flores Timur: Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami lima kali erupsi. Tinggi kolom letusan mencapai 300-1.000 meter di atas puncak.
"Dalam periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WITA, teramati lima kali letusan dengan tinggi kolom erupsi berkisar 300 hingga 1.000 meter di atas puncak dan berwarna kelabu," kata Petugas Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bramantya Aji Putra Mahendra, dilansir dari Antara, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menjelaskan gunung api berstatus Level III (Siaga) tersebut terpantau jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis teramati mencapai ketinggian 50-100 meter di atas puncak.
Baca Juga :
Selain aktivitas erupsi, petugas juga mencatat dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 2,9–4,4 milimeter dan durasi 31–32 detik. Terpantau pula tiga kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 4,4–7,4 milimeter dan durasi 85–135 detik.
Menurut Bramantya, hasil pengamatan visual menunjukkan adanya endapan lava yang mengarah ke timur laut hingga sekitar 4,34 kilometer dari pusat erupsi. Endapan lava juga terpantau ke arah barat-barat laut dengan jarak sekitar 3,8 kilometer.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki maupun pengunjung tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
"Masyarakat yang terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari dampak abu vulkanik terhadap sistem pernapasan," ujarnya.
Ilustrasi: Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus. ANTARA/HO-Badan Geologi/aa.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung. Terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
PVMBG mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki dan PVMBG untuk memperoleh informasi terkini mengenai aktivitas gunung tersebut.




