SIDOARJO, KOMPAS — Sejumlah warga serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pemadaman yang terjadi secara mendadak itu dinilai merugikan usaha dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Warga Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Dwi Suryani (46), mengatakan, listrik di rumahnya padam pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Listrik baru menyala kembali sekitar pukul 19.00 WIB.
Dwi mengaku tidak mengetahui penyebab pemadaman tersebut. Menurut dia, tidak ada pemberitahuan resmi dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebelum maupun setelah pemadaman terjadi.
"Saat itu saya baru pulang kerja. Ketika sampai rumah, kondisinya gelap karena listrik mati. Tetangga sekitar rumah juga banyak yang bertanya-tanya mengapa listrik padam," ujar Dwi, Jumat (12/6/2026).
Keluhan serupa disampaikan Irawan (35), warga Desa Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Ia mengatakan listrik di wilayahnya padam pada Selasa (9/6/2026) selama sekitar empat jam, yakni sejak sore hingga sekitar pukul 19.30 WIB.
"Pemadaman itu terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya sehingga warga tidak sempat melakukan persiapan, misalnya mengisi tandon air. Akibatnya, saat pulang kerja saya tidak bisa mandi padahal cuacanya panas," ujar Irawan saat dihubungi, Jumat.
Masih pada hari yang sama, Astrid (35), seorang pekerja di Surabaya, mengaku mengalami pemadaman listrik saat berada di kawasan Ngagel Jaya Selatan. Ia tidak mengetahui pasti kapan pemadaman dimulai. Namun, menurut dia, pada pukul 16.00 WIB listrik sudah padam dan belum menyala hingga pukul 18.30 WIB.
"Jalanan di sepanjang Ngagel Jaya gelap total sehingga cukup berbahaya bagi pengendara, terutama pengendara sepeda motor," kata Astrid.
Keluhan tentang pemadaman listrik juga disampaikan Andira (47), warga Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Listrik di rumahnya padam pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Pemadaman listrik mendadak itu mengganggu aktivitas saya sebagai pelaku UMKM ikan hias. Banyak ikan kecil yang mati. Syukurlah kerugiannya tidak terlalu besar," ucapnya.
Andira menambahkan, usaha laundry yang dikelola istrinya juga terdampak. Para pekerja tidak dapat mencuci maupun menyetrika pakaian. Mereka hanya menunggu sambil merapikan pakaian hingga listrik kembali menyala.
Masih pada Rabu, pemadaman listrik juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Salah seorang warga, Yoga Pamungkas (32), mengatakan pemadaman berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB.
"Akibat listrik padam, usaha sampingan saya berupa rental playstation terganggu. Jaringan internet juga ikut mati," kata Yoga, yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan media daring di Jawa Timur.
Sebelum pemadaman listrik terjadi di berbagai daerah tersebut, pada Senin (8/6/2026) beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa pembangkit listrik sedang mengalami defisit daya. Karena itu, untuk menjaga cadangan listrik diperlukan manajemen beban siang sebesar 250 megawatt (MW).
Informasi tersebut menyebutkan puluhan unit layanan pelanggan terdampak. Sebarannya antara lain berada di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Pandaan, dan Probolinggo. Selain itu, wilayah Lamongan, Kediri, Bangkalan, Banyuwangi, Jember, Jombang, Madiun, dan Trenggalek juga disebut terdampak.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Kemas Abdul Gaffur mengatakan pihaknya masih berupaya mengonfirmasi kebenaran informasi yang beredar di berbagai platform media sosial tersebut.
Sementara itu, Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur Dana Puspita Sari mengatakan PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan. Langkah itu dilakukan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas pasokan listrik.
PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
"Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak," ujar Dana.
Selain itu, PLN terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal. Dana mengatakan, perkembangan proses penanganan dan pemulihan akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.
Dana juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pemadaman listrik tersebut.





