VIVA – Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu langkah penting untuk mempertahankan kualitas hidup. Gigi yang sehat tidak hanya membantu proses mengunyah makanan dengan baik, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sebaliknya, masalah gigi yang dibiarkan dapat memicu rasa nyeri, gangguan makan, hingga meningkatkan risiko infeksi yang lebih serius.
Sayangnya, masih banyak orang yang menunda pemeriksaan ke dokter gigi karena takut atau khawatir dengan proses perawatannya. Padahal, perkembangan teknologi di bidang kesehatan gigi kini membuat pemeriksaan menjadi lebih nyaman, cepat, dan efisien.
Bahkan, berbagai kondisi gigi dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum masalah menjadi semakin parah.
Padahal, kemajuan teknologi membuat proses pemeriksaan gigi menjadi semakin praktis. Melalui teknologi imaging terbaru, pasien dapat menjalani proses konsultasi, pemeriksaan radiologi, hingga tindakan dengan lebih efisien dalam satu kunjungan saja.
Agar kesehatan gigi tetap terjaga tanpa perlu merasa cemas, berikut tiga cara merawat gigi yang mudah dilakukan.
1. Rutin Memeriksa Kondisi Gigi Secara Menyeluruh
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah melakukan pemeriksaan gigi secara berkala. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah yang mungkin belum menimbulkan gejala, seperti gigi berlubang, posisi gigi yang kurang ideal, atau gangguan pada rahang.
Kondisi-kondisi tersebut bisa diketahui lewat pemeriksaan panoramic yang merupakan pemeriksaan rontgen yang mampu menampilkan seluruh gigi atas dan bawah dalam satu gambar sehingga dapat membantu pemeriksaan umum serta evaluasi awal sebelum tindakan tertentu dilakukan.
Dengan mengetahui kondisi gigi secara menyeluruh sejak awal, risiko masalah yang lebih besar di kemudian hari dapat diminimalkan.
2. Memastikan Kondisi Rahang dan Susunan Gigi Tetap Ideal
Merawat gigi bukan hanya soal membersihkan gigi setiap hari. Struktur rahang dan susunan gigi juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi fungsi mengunyah maupun penampilan wajah.
Melalui pemeriksaan cephalometric, dokter dapat menilai hubungan antara rahang atas dan bawah sehingga perawatan yang diperlukan dapat direncanakan dengan lebih tepat. Cephalometric merupakan pemeriksaan profil kepala dan rahang dari samping yang biasanya digunakan untuk analisis struktur wajah serta perencanaan perawatan behel.





