BEKASI, KOMPAS.com - Aksi pencurian sepeda motor di Jalan Raya Bantargebang-Setu, Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi berujung pengancaman terhadap petugas keamanan.
Pelaku diduga mengacungkan benda mirip pistol setelah dipergoki saat membawa kabur motor milik pengunjung sebuah toko toserba, Kamis (11/6/2026).
"Senpinya itu ditodongkan kepada warga keamanan yang ada di sana, yang menjaga kendaraan tersebut," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro kepada awak media, Jumat (12/6/2026).
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya beredar luas di media sosial.
Baca juga: Pemkot Bekasi Minta Subsidi Transjabodetabek Tak Dicabut, Justru Minta Rute Ditambah
Berdasarkan rekaman CCTV yang diunggah akun Instagram @infobekasi_official, dua pria datang ke lokasi menggunakan sepeda motor Honda Beat Street berwarna cokelat.
Setibanya di area parkir, salah satu pelaku yang mengenakan hoodie hitam turun dari motor.
Ia kemudian diduga mengambil sepeda motor berwarna hitam yang terparkir di lokasi.
Kusumo menjelaskan, sepeda motor yang dicuri merupakan milik AW (46), warga Kampung Cinyosog, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Saat kejadian, korban sedang berbelanja di toko tersebut.
"Saat kejadian korban sedang berbelanja. Kemudian kendaraannya dibawa lari oleh seseorang," kata Kusumo.
Baca juga: Berbekal Medali Emas Matematika, Fahreyza Lolos Sekolah Maung Bekasi
Aksi pelaku sempat diketahui petugas keamanan yang berjaga di lokasi.
Menyadari ada pencurian, petugas keamanan langsung berteriak "maling" untuk meminta bantuan warga sekitar.
Diduga panik karena aksinya diketahui, pelaku yang berperan sebagai joki kemudian mengeluarkan benda yang diduga senjata api dan mengarahkannya ke petugas keamanan sebelum melarikan diri.
Meski demikian, polisi masih mendalami benda yang digunakan pelaku dan belum dapat memastikan apakah benda tersebut benar merupakan senjata api.
"Sementara ini masih dugaan ya itu (senpi)," kata Kusumo.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa korban dan sejumlah saksi, serta mengamankan rekaman CCTV sebagai bahan penyelidikan.
Baca juga: PLN Minta Maaf atas Pemadaman Listrik di Bekasi, Bogor, dan Depok
"Karena memang untuk saksi yang di situ sudah kita ambil keterangannya. Dan sudah meminta keterangan dari korbannya. Dia juga sudah membuat laporan," ujar Kusumo.
Saat ini, polisi masih memburu pelaku sekaligus memastikan jenis benda yang digunakan dalam aksi tersebut.
"Kasusnya masih dalam penyelidikan," kata Kusumo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




