Laba Bersih Bank Mandiri Naik 18,63% Jadi Rp23,32 triliun per Mei 2026

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp23,32 triliun hingga Mei 2026. Capaian tersebut tumbuh 18,63% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp19,65 triliun.

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan ekspansi bisnis perseroan yang tercermin dari total aset yang meningkat menjadi Rp2.306,27 triliun per Mei 2026. 

Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri menyalurkan kredit sebesar Rp1.579,94 triliun hingga akhir Mei 2026. Realisasi tersebut tumbuh 20,64% yoy dan jauh melampaui pertumbuhan kredit industri perbankan sebesar 9,98 persen.

Pertumbuhan kredit tersebut turut mendongkrak pendapatan bunga menjadi Rp52,77 triliun atau naik 5,77% yoy. Di sisi lain, beban bunga turun 1,54% menjadi Rp17,91 triliun, melanjutkan tren penurunan yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Dengan kondisi tersebut, Bank Mandiri berhasil mencatat pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp34,86 triliun selama lima bulan pertama tahun ini.

Meski demikian, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) mengalami moderasi ke level 3,98%. Bank Mandiri menjaga profitabilitas dengan target NIM secara konsolidasi berada pada kisaran 4,6% hingga 4,8% hingga akhir 2026.

Bank Mandiri mencatat komisi, provisi, fee, dan administrasi sebesar Rp9,36 triliun. Perseroan juga memperoleh pendapatan lainnya sebesar Rp2,33 triliun serta keuntungan dari penjabaran transaksi valuta asing sebesar Rp1,46 triliun.

Dari sisi kualitas aset, rasio biaya kredit atau cost of credit (CoC) tetap terjaga rendah. Pada periode Januari-Mei 2026, CoC tercatat 0,50%, sementara secara bulanan pada Mei berada di level 0,54%. Angka tersebut masih lebih baik dibandingkan target perseroan yang berada pada rentang 0,6% hingga 0,8% sepanjang tahun ini.

Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Total DPK yang terdiri dari giro, tabungan, dan deposito mencapai Rp1.716,32 triliun atau meningkat 22,02% yoy.

Baca Juga: ​BI-Rate Naik Jadi 5,50%, Bank Mandiri Hati-Hati Sesuaikan Suku Bunga Kredit dan Simpanan

Baca Juga: Kuasai 35 Persen Pasar, Bank Mandiri Jadi Pemimpin Pembiayaan Hijau Nasional

Secara rinci, saldo giro tumbuh 14,32% menjadi Rp663,76 triliun. Tabungan meningkat 9,20% menjadi Rp558,75 triliun. Adapun deposito mencatat pertumbuhan paling tinggi, melonjak 57,01% yoy menjadi Rp493,79 triliun.

Lonjakan dana deposito tersebut membuat rasio dana murah atau current account saving account (CASA) mengalami penyesuaian menjadi 71,23% per Mei 2026. Meski turun dibandingkan periode sebelumnya, level CASA tersebut masih mencerminkan struktur pendanaan yang kuat dan menjadi salah satu penopang biaya dana Bank Mandiri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK ungkap jumlah uang yang disita dari geledah rumah Silmy Karim
• 58 menit laluantaranews.com
thumb
Menteri PU Dody Hanggodo Menyatakan Regulasi Aspal Buton Rampung untuk Percepat Penggunaan dalam Proyek Jalan
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Heboh 2 Siswa SMA Surabaya Ngaku Jual Video Privasi Temannya ke Bandar, Aksinya Berlangsung Selama 1,5 Tahun
• 4 jam laludisway.id
thumb
BCA (BBCA) Lanjutkan Aksi Korporasi Buyback Saham Rp5 Triliun
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
DPR Curigai Pemborosan Rp1 Triliun, Ribuan SPPG MBG Bakal Diaudit
• 18 menit laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.