Bos Kadin Buka-bukaan Kunci Penguatan Perdagangan dan Investasi RI

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie saat ditemui di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). (CNBC indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menegaskan bahwa diplomasi ekonomi menjadi kunci penguatan perdagangan dan investasi di tengah dinamisnya geopolitik. Pasalnya, diplomasi ekonomi ini bukan hanya menghasilkan kerja sama government-to-government (G2G), melainkan juga business-to-business (B2B).

Sebagai contoh, kesuksesan diplomasi ekonomi bisa dilihat dari hasil kunjungan kerja Kadin ke Prancis beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut menghasilkan high level business council yang mengumpulkan berbagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 280 miliar sekaligus Memorandum of Understanding (MoU) senilai US$3,5 miliar serta kesepakatan bisnis lain di atas US$11,5 miliar yang ditandatangani pada 2025.

Melalui berbagai kesepakatan bisnis tersebut, Kadin bersama pemerintah berfokus untuk meningkatkan perdagangan dan investasi sekaligus mendorong usaha di seluruh penjuru negeri.


"Sekarang, kita semua tahu bahwa investasi asing langsung di Indonesia sekitar US$ 60 miliar dan selama kunjungan kenegaraan Prancis-Indonesia ini, yang bukan hanya sekali, tetapi sudah 15 kali, yang merupakan sekitar 24% dari FDI tahunan. Jadi, inilah yang telah kita lakukan dengan satu negara, Prancis," ungkap Anindya dalam Kadin Diplomatic Economic Breakfast Meeting di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Tidak hanya dengan Prancis, Anindya mengatakan pihaknya juga akan menjajaki hubungan baik dengan banyak negara lain. Terlebih, saat ini Kementerian Luar Negeri tengah membentuk divisi baru, yaitu Direktur Jenderal Diplomasi Ekonomi.

"Ini adalah contoh yang sangat baik tentang bagaimana pemerintah mendorong diplomasi ekonomi ini ke depan. Kami juga ingin melaporkan bahwa untuk mengimbangi Pak Presiden dan Pak Menlu, kami harus membentuk KADIN-GEO, Kantor Keterlibatan Global. Karena ini mungkin salah satu saat di mana kita melihat pemerintah benar-benar ingin terlibat secara global," terang dia.

Dalam konteks tersebut, Kadin akan tetap berfokus di ranahnya, yakni perdagangan dan investasi. Hal ini menjadi penting karena setelah pergi ke banyak tempat di luar negeri, Kadin ingin membawa lapangan pekerjaan saat kembali ke Indonesia. Pada dasarnya, Kadin ingin menghidupkan kembali kegiatan ekonomi di dalam negeri.

Anindya melanjutkan, ada beberapa sektor utama yang mesti jadi penguatan kerja sama ekonomi dan investasi Indonesia dengan investor asing. Di antaranya adalah transisi energi, pangan, teknologi, hingga pariwisata.

"Tentu tidak lupa bahwa Indonesia itu tadi disebut juga pariwisatanya penting untuk ditingkatkan karena sudah ada di depan mata. Apalagi, dengan melemahnya sementara rupiah ini justru harusnya bisa menjadi momentum untuk meningkatkan pariwisata di Bali dan di luar Bali," pungkas dia.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Industri Penunjang Belum Siap, PR RI Kembangkan PLTS-Geothermal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Perdagangan Tegaskan Harga Eceran Tertinggi Minyakita Tetap Rp15.700 per Liter
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Suporter Timnas Indonesia Lempar Botol ke Pemain Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Shakira meriahkan pembukaan Piala Dunia 2026 dengan lagu "Dai Dai"
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Wakil Bupati Indramayu Syaefudin Jadi Tersangka Korupsi Rp18 Miliar, Padahal Lucky Hakim Bupati Terbaik ke-5 Nasional
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Tak Jadi Naik! HET Minyakita Tetap Rp15.700, Ini Penjelasan Mendag
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.