JAKARTA, iNews.id - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara kembali erupsi pada Jumat (12/6/2026) petang WIT. Erupsi ditandai dengan semburan abu vulkanik setinggi 1.200 meter.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.
"Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 12 Juni 2026, pukul 18:18 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.200 m di atas puncak (± 2287 m di atas permukaan laut). Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tulis laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG ) melalui situs magma.
Pascaerupsi ini, Gunung Dukono berada pada Status Level II atau waspada. Oleh karena itu, masyarakat, pengunjung atau wisatawan, diminta untuk tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.
Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik dan sebaran abu mengikuti arah kecepatan angin, maka area landaan abunya tidak tetap. Oleh karena itu, warga diminta untuk menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut.
Baca Juga:KH Abdul Muhaimin Soroti Arah dan Peran PBNU di Tengah Dinamika Umat"Direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," katanya.
#maluku




