Polisi Dalami Laporan Kasus Kucing Noci, Penyidik Klarifikasi Sejumlah Saksi

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Polres Metro Tangerang Selatan masih mendalami laporan dugaan penipuan dan pelanggaran perlindungan konsumen terkait penanganan kucing Sphynx bernama Noci yang mati usai proses persalinan di Forpet Animal Clinic BSD.

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Selatan, Ipda Yudhi Susanto, mengatakan saat ini penyidik masih melakukan serangkaian tindakan penyelidikan untuk mengumpulkan keterangan dan alat bukti.

"Saat ini penyidik Polres Tangsel Satreskrim sedang melakukan serangkaian kegiatan tindakan penyelidikan terkait dengan laporan yang ada," kata Yudhi kepada wartawan, Jumat (12/6).

Menurut dia, proses penyelidikan masih berjalan sehingga polisi belum dapat menyampaikan lebih jauh mengenai hasil pemeriksaan maupun kemungkinan pasal yang akan diterapkan.

"Saat ini sedang berupaya melakukan klarifikasi, memintai keterangan para saksi atau cari bukti lainnya sesuai dengan mekanisme dan juga SOP yang ada, sesuai dengan regulasi perundang-undangan serta diatur dalam KUHAP," ujarnya.

Yudhi menjelaskan, penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan guna mengungkap perkara tersebut. Karena itu, ia belum dapat memastikan perkembangan lebih lanjut terkait hasil klarifikasi terhadap pihak-pihak yang dipanggil.

Sebelumnya, Polres Metro Tangerang Selatan mengagendakan pemeriksaan terhadap drh. Lanang Wahyudi selaku penanggung jawab Forpet Animal Clinic dalam kasus tersebut pada Selasa (9/6) lalu. Namun terlapor tidak menghadiri agenda pemeriksaan tersebut.

Kanit Krimsus Polres Metro Tangerang Selatan, Ipda Marko Melandri, mengatakan pemeriksaan dilakukan dalam rangka penyelidikan atas laporan yang dibuat oleh pemilik kucing Noci, Astri Kusumawardani.

Ia mengatakan, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan dan perlindungan konsumen.

"Perkaranya penipuan sama perlindungan konsumen nih," kata Marko kepada wartawan, Selasa (9/6).

"Persangkaan pasalnya kan terkait penipuan sama perlindungan konsumen. Nah kita masih tetap ke sana. Kalau yang lainnya nanti menyusul perkembangan," sambungnya.

Laporan Astri teregister dengan nomor LP/B/1281/IV/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA. Laporan itu merujuk pada dugaan tindak pidana penipuan terkait ketiadaan izin klinik dan izin praktik saat tindakan medis terhadap Noci dilakukan.

Kasus ini mencuat setelah Astri menceritakan kucing peliharaannya, Noci, meninggal usai menjalani proses persalinan di Forpet Animal Clinic BSD pada 7 Maret 2026. Astri juga menuding adanya kelalaian dan kurangnya pengawasan dari pihak klinik dalam penanganan persalinan tersebut.

Di sisi lain, pihak Forpet Animal Clinic membantah dugaan malapraktik. Kuasa hukum drh. Lanang Wahyudi, Fajar Lesmana, menyatakan kematian Noci dan anak-anaknya tidak dapat serta-merta disimpulkan sebagai akibat tindakan medis yang dilakukan kliennya.

"Penyebab kematian pasien yang terjadi secara berturut-turut sejak tanggal 13 s/d 18 Maret 2026 adalah terjadi bukan berada di dalam fasilitas klinik klien kami, sehingga 'penyebab kematian' pasien dan anak-anaknya tersebut tidaklah dapat serta-merta disimpulkan sebagai akibat dari tindakan medis (melahirkan) yang telah dilakukan oleh klien kami," kata Fajar, Senin (27/4).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Giant Sea Wall Masih Wacana, Warga Pesisir Cirebon Sudah Kehilangan Rumah
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Duet Mo Salah dan Brahim Diaz Siap Mengguncang Turki
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Ada Aksi Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Bundaran HI
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Muzani Ajak Negara Islam Bersatu Wujudkan Janji Kemerdekaan Palestina
• 5 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Minta Mendikdasmen Bentuk Tim Khusus Evaluasi Buku-Buku Ajar di Sekolah
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.