JAKARTA, DISWAY.ID-- Pedagang kopi keliling mengaku bisa meraup keuntungan 100 persen dari menjual dagangannya di tengah ratusan massa demonstran.
Ratusan unjuk rasa mulai memadati jalan Jendral Sudirman sekira pukul 14.48 WIB membuat jalan mengarah ke Bundaran HI ditutup oleh pihak kepolisian.
BACA JUGA:Lirik Lagu IOI (Where My Girls At) Milik I.OI Lengkap Terjemahan, Somi Dkk Nostalgia Masa Trainee!
Namun, aksi tersebut malah menghadirkan kebahagiaan bagi para pedagang karena melebih target penjualan dari biasanya.
Salah satu penjual kopi keliling, Reza Saputra mengaku bisa menjual habis dagangannya karena diserbu para demonstran.
"Untuk omset saya ada kenaikan lebih dari biasanya, omset saya tuh bisa lebih dari 100%. Full 100%," kata Reza saat ditemui disway.id di lokasi pada Jumat, 12 Juni 2026.
BACA JUGA:MRT Tutup Stasiun Dukuh Atas dan Bundaran HI Imbas Demo Mahasiswa Kepung Jalan Sudirman
Biasanya, kata Reza, ia hanya membawa 70. Kini, pria berusia 24 tahun harus melakukan stok kembali barang dagangannya untuk menambah keuntungannya.
"Dalam sehari itu cuma bawa 70, sekarang lebih dari 100 stok," ungkap dia.
Selain itu, Reza pun mendukung aksi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) karena sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah.
Menurutnya, kebijakan tersebut membuat geram masyarakat dengan keputusan yang mengakibatkan rakyat Indonesia sengsara.
"Saya sangat mendukung soal demo hari ini, karena pemerintah di hari ini, sekarang ini, benar-benar acak-acakan lah. Jadi saya mendukung demo ini!," pungkas Reza.
BACA JUGA:PT PAM Lyonnaise Jaya dan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah Teken MoU Pengembangan SPAM di KEK Palu
Seperti diketahui bahwa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa sedikitnya lima tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.
Salah satu poin utama yang disuarakan mahasiswa adalah desakan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga kebutuhan pokok serta harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan menjadi sorotan publik.
Mahasiswa menilai kenaikan berbagai kebutuhan dasar telah menekan daya beli masyarakat dan memperberat kondisi ekonomi di tengah meningkatnya biaya hidup.





