Dalam uji coba aplikasi Sistem Perlinsos, untuk verifikasi digital kelayakan penerima bantuan sosial (bansos), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerjunkan 12.000 agen.
Antiek Sugiharti Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya menyebut, upaya percepatan itu karena Surabaya jadi salah satu daerah percontohan.
Hingga hari ini sudah ada 3 kelurahan yang diujicoba, Ketabang, Genteng, dan Sawahan.
Total hampir 400 orang sudah terdata dalam uji coba pendaftaran tersebut.
“Jadi, diharapkan ini akan menjadi data yang bisa menjadi pertimbangan tadi seperti yang dicontohnya Kabupaten Banyuwangi,” ungkapnya usai menerima kunjungan dari Kementerian Sosial dan Kementerian Komunikasi dan Digital, Jumag (12/6/2026).
Berdasarkan data keseluruhan penerima bansos di Surabaya total ada lebih dari 6.000 orang.
“PKH dan sembako itu 1.242 penerima manfaat. Untuk PBI-nya 2.920 orang, sedangkan yang untuk dari APBD kita 2.163 (orang),” paparnya.
Pendataan ini katanya akan terus dilakukan sampai sistem resmi diluncurkan maksimal 2027.
Dinsos Surabaya menyiapkan 12.000 agen untuk membantu pendataan masyarakat.
“Mereka kita latih untuk bagaimana mereka bisa membantu masyarakat yang terutama mereka yang tidak mampu yang tidak punya HP untuk bisa dibantu untuk aktivasi IKD sekaligus beliau mendaftarkan,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat akan menerapkan verifikasi digital ini mulai 2027.
Tujuannya agar tidak ada lagi penerima bansos titipan yang tidak memenuhi syarat. (lta/ris/iss)




