Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengajak negara-negara mayoritas Muslim untuk memperkuat persatuan dan terus mendorong terwujudnya kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari komitmen dunia Islam terhadap perdamaian dan keadilan global.
Muzani dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan dunia Islam memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyuarakan penghentian konflik dan mendukung hak kemerdekaan rakyat Palestina.
"Ini kita harus wujudkan. Ini adalah utang kita. Kemerdekaan Palestina juga merupakan tanggung jawab konstitusi Indonesia," kata Muzani saat hadir dalam International Summit of Religious Affairs di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat.
Menurut dia, dukungan terhadap Palestina sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Baca juga: Bendera Palestina berkibar di Istana Presiden Slovenia
Untuk itu, ia mengajak para pemimpin dan tokoh Islam dunia yang hadir dalam forum tersebut untuk terus menyerukan penghentian perang yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
"Perang adalah kejahatan yang merusak kehidupan manusia. Anak-anak menjadi korban, ratusan ribu nyawa melayang, dan menyebabkan geopolitik yang tidak menentu," ujarnya.
Selain menyoroti isu Palestina, Muzani juga menekankan pentingnya penguatan peran dunia Islam dalam menghadapi tantangan global melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, penguasaan teknologi, serta pengurangan kemiskinan.
Ia mencontohkan perkembangan yang dicapai Indonesia dan Malaysia sebagai negara mayoritas Muslim yang terus bergerak menuju negara maju melalui pembangunan sumber daya manusia dan penguatan stabilitas ekonomi.
Baca juga: Prabowo: RI-Prancis dukung Solusi Dua Negara dan kemerdekaan Palestina
"Hari ini lihatlah Indonesia, lihatlah Malaysia. Pada tahun 1940 dan 1950-an, Indonesia dan Malaysia masih merangkak berdiri keluar dari kemiskinan, dan hari ini kita mulai bersiap menjadi negara maju," katanya.
Muzani menilai kemajuan dunia Islam juga perlu diiringi dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
Menurut dia, inovasi dan kreativitas harus terus dikembangkan agar Islam semakin dikenal sebagai ajaran yang toleran, moderat, dan membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat.
"Islam harus menyesuaikan terhadap perkembangan zaman. Inovasi dan kreativitas harus diwujudkan untuk pengembangan Islam yang semakin toleran dan moderat," ujarnya.
Baca juga: Dubes Palestina: Rakyat kami tetap tangguh hadapi konflik kemerdekaan
Ia menambahkan bahwa persatuan umat Islam perlu terus diperkuat melalui semangat ukhuwah tanpa menjadikannya sebagai ancaman bagi kelompok lain.
"Kita harus memperkuat persatuan di antara bangsa kita meskipun kita berbeda agama, berbeda negara. Justru perbedaan itu menjadi kekuatan kita untuk terus bersatu menciptakan perdamaian di atas dunia," kata Muzani.
Muzani dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan dunia Islam memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyuarakan penghentian konflik dan mendukung hak kemerdekaan rakyat Palestina.
"Ini kita harus wujudkan. Ini adalah utang kita. Kemerdekaan Palestina juga merupakan tanggung jawab konstitusi Indonesia," kata Muzani saat hadir dalam International Summit of Religious Affairs di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat.
Menurut dia, dukungan terhadap Palestina sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Baca juga: Bendera Palestina berkibar di Istana Presiden Slovenia
Untuk itu, ia mengajak para pemimpin dan tokoh Islam dunia yang hadir dalam forum tersebut untuk terus menyerukan penghentian perang yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
"Perang adalah kejahatan yang merusak kehidupan manusia. Anak-anak menjadi korban, ratusan ribu nyawa melayang, dan menyebabkan geopolitik yang tidak menentu," ujarnya.
Selain menyoroti isu Palestina, Muzani juga menekankan pentingnya penguatan peran dunia Islam dalam menghadapi tantangan global melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, penguasaan teknologi, serta pengurangan kemiskinan.
Ia mencontohkan perkembangan yang dicapai Indonesia dan Malaysia sebagai negara mayoritas Muslim yang terus bergerak menuju negara maju melalui pembangunan sumber daya manusia dan penguatan stabilitas ekonomi.
Baca juga: Prabowo: RI-Prancis dukung Solusi Dua Negara dan kemerdekaan Palestina
"Hari ini lihatlah Indonesia, lihatlah Malaysia. Pada tahun 1940 dan 1950-an, Indonesia dan Malaysia masih merangkak berdiri keluar dari kemiskinan, dan hari ini kita mulai bersiap menjadi negara maju," katanya.
Muzani menilai kemajuan dunia Islam juga perlu diiringi dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
Menurut dia, inovasi dan kreativitas harus terus dikembangkan agar Islam semakin dikenal sebagai ajaran yang toleran, moderat, dan membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat.
"Islam harus menyesuaikan terhadap perkembangan zaman. Inovasi dan kreativitas harus diwujudkan untuk pengembangan Islam yang semakin toleran dan moderat," ujarnya.
Baca juga: Dubes Palestina: Rakyat kami tetap tangguh hadapi konflik kemerdekaan
Ia menambahkan bahwa persatuan umat Islam perlu terus diperkuat melalui semangat ukhuwah tanpa menjadikannya sebagai ancaman bagi kelompok lain.
"Kita harus memperkuat persatuan di antara bangsa kita meskipun kita berbeda agama, berbeda negara. Justru perbedaan itu menjadi kekuatan kita untuk terus bersatu menciptakan perdamaian di atas dunia," kata Muzani.





