Mendagri Minta Daerah Perbanyak Nobar Piala Dunia demi Gerakkan Ekonomi

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau pemerintah daerah untuk menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026. Ia meyakini perhelatan olahraga terbesar di dunia itu tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda perekonomian.

Tito menyebut antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola, khususnya kompetisi internasional, selalu tinggi setiap kali Piala Dunia bergulir. Pengalaman pribadinya saat bertugas di kawasan timur Indonesia pun membuktikan hal itu.

"Saya pernah dinas di Indonesia bagian timur pernah jadi Kapolda di Papua, saya pun ngikutin di sana tuh lebih ramai lagi (perayaan Piala Dunianya)," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026)

Saat menerima kunjungan Direktur Utama TVRI Tb. Fiki Chikara Satari di Kantor Pusat Kemendagri hari ini, Tito memaparkan sejumlah aktivitas ekonomi yang lazim muncul selama turnamen berlangsung, mulai dari produksi atribut pendukung, penjualan jersey, penyelenggaraan nobar, hingga geliat pelaku usaha kuliner.

"Ini peluang untuk menggerakkan ekonomi," katanya.

Ia menilai kegiatan nobar yang digelar di berbagai daerah dapat menjadi momentum bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendongkrak pendapatan. Berbagai bentuk perayaan masyarakat dalam mendukung tim favorit juga dinilainya berpotensi mendorong perputaran ekonomi lokal.

"Kita akan sampaikan kepada seluruh daerah untuk memperbanyak nonton bareng memanfaatkan memancing UMKM untuk bergerak dan lain-lain, tapi tetap harus menjaga keamanan dan ketertiban," jelasnya.

Di sisi lain, Tito mengapresiasi keberhasilan TVRI memperoleh hak siar Piala Dunia 2026. Menurutnya, capaian tersebut merupakan peluang besar bagi lembaga penyiaran publik itu untuk memperkuat branding sebagai media arus utama. Piala Dunia 2026 sendiri berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.




(akn/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada Modus Penipuan Digital, Bank Sumsel Babel Ajak Nasabah Lindungi Data Pribadi
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Biasa Puluhan Miliar, Bos Blueray Cargo Lupa Pernah Suap Petugas Bea Cukai Rp100 Juta
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KPK Ungkap Anggota BPK Disogok Uang Rp1,6 Miliar Buat Ubah Hasil Audit di Muara Enim
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Pengedar Narkotika di Demak Menyamar Jadi Penjual Es Teh
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cerita Warga Condet Pakai Air PAM Jaya: Air Lebih Jernih dan Hemat Pengeluaran
• 18 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.