Pantau - Museum Nusa Tenggara Barat (NTB) memperluas diplomasi kebudayaan melalui pameran kain tradisional dan lokakarya perawatan keris yang akan digelar di Adelaide dan Darwin, Australia, pada September dan November 2026 sebagai upaya mempererat hubungan Indonesia dan Australia melalui kerja sama di bidang budaya.
Pameran Kain Tradisional dan Program Budaya di AustraliaKepala Museum NTB Ahmad Nuralam menyatakan bahwa pihaknya ingin meningkatkan hubungan diplomatik yang telah terjalin menjadi kerja sama pada tingkat teknis melalui hubungan antarindividu atau people to people contact di bidang kebudayaan.
“Lingkup kami mungkin kecil, tapi kami berusaha untuk memperkenalkan kebudayaan lokal ke Australia,” ungkap Ahmad Nuralam.
Museum NTB menyiapkan dua agenda utama dalam diplomasi kebudayaan tersebut, yakni pameran kain bertajuk One Trip Two Island: Lombok and Bali Textile di Adelaide pada September 2026 dan lokakarya tata cara merawat keris di Darwin pada November 2026.
Sejumlah koleksi kain tradisional yang akan dipamerkan di Adelaide meliputi kain umbak, kain songket, kain osap, dan kain kemalik.
Rangkaian kegiatan di Darwin tidak hanya mencakup lokakarya perawatan keris, tetapi juga pemutaran film pendek, diskusi budaya, serta pelaksanaan program Museum Goes to Darwin yang menyasar sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
Perawatan Keris dan Penguatan Hubungan BilateralMenurut Ahmad Nuralam, diplomasi budaya merupakan instrumen penting untuk mempererat hubungan Indonesia dan Australia sebagai negara bertetangga serta mendorong masyarakat kedua negara saling mengenal dan membangun pemahaman yang lebih baik.
“Indonesia dengan Australia adalah tetangga yang memang beberapa lama mungkin tidak terlalu prioritas. Sekarang, kami menginginkan hubungan Indonesia dengan Australia menjadi tetangga yang saling membutuhkan,” ujarnya.
Lokakarya perawatan keris dipilih sebagai salah satu program unggulan karena terdapat banyak kolektor keris di Darwin, namun masih banyak yang belum memahami cara merawat keris maupun memunculkan keindahan serta pamornya.
Museum NTB berkomitmen mengenalkan sistem pengetahuan tradisional yang melekat pada keris sebagai benda budaya, termasuk teknik perawatan menggunakan warangan atau cairan khusus.
Konsuler Urusan Informasi dan Sosial Budaya Konsulat RI Darwin Gina Fadilla menyatakan bahwa Australia merupakan mitra strategis Indonesia karena kedekatan geografis dan tingginya ketertarikan masyarakat setempat terhadap Indonesia.
Gina menjelaskan bahwa Wilayah Utara Australia atau Northern Territory mewajibkan murid sekolah dasar mempelajari bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia.
“Kita sangat dekat sekali dengan Nothern Territory, apalagi sudah ada tanda tangan kerja sama sister province. Walaupun mungkin kegiatan skalanya kecil, tapi punya dampak luas untuk pendalaman kerja sama antara kedua negara,” kata Gina Fadilla.




