Presiden Prabowo dan PM Belanda Bahas Selat Hormuz hingga IEU CEPA via Telepon

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menggelar pembicaraan strategis melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten guna membahas percepatan penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). 

Keduanya juga membahas mengenai angkah pengamanan jalur logistik di Selat Hormuz, serta komitmen penguatan stabilitas kawasan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Dilansir dari Antara, Jumat (12/6/2026) Hubungan erat ini diharapkan mampu mengeliminasi hambatan dagang non-tarif dan mengamankan rantai pasok komoditas penting di pasar Eropa.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, memberikan konfirmasi resmi mengenai jalannya interaksi diplomatik level tinggi tersebut melalui saluran media sosialnya. Pertemuan jarak jauh ini menandai kelanjutan komitmen kedua kepala pemerintahan dalam merespons ketegangan ekonomi makro dunia.

“Perdana Menteri Belanda Rob Jetten @minpres, dan Presiden Indonesia @prabowo melakukan percakapan telepon yang baik hari ini,” tulis unggahan pada akun Instagram resmi Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen (@dubes_belanda).

Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas pentingnya kerja sama internasional untuk menjaga keamanan dan kemakmuran di kawasan dan sekitarnya. Fokus dialog mengarah pada bagaimana kedua negara dapat saling menopang arus investasi langsung dan memperlancar penetrasi produk lokal ke wilayah masing-masing tanpa hambatan regulasi yang berbelit.

Baca Juga

  • Revisi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Tunggu Restu Prabowo
  • Update Info Bansos Tunai Rp5,4 Juta dari Presiden Prabowo, Jadwal Cair, Syarat, dan Cek Penerima
  • Said Iqbal Sebut Prabowo Ingin Aturan Outsourcing Direvisi, Mengapa?

Selain itu, keduanya juga membahas perkembangan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia serta situasi di Selat Hormuz. Isu Selat Hormuz menjadi perhatian serius karena merupakan jalur perdagangan laut vital global yang berdampak langsung pada biaya logistik, kargo energi, dan tarif asuransi pengapalan internasional.

Langkah penguatan kerja sama bilateral ini dipandang sebagai instrumen perlindungan ekonomi nasional. Arus perdagangan konvensional yang kerap terganggu oleh eskalasi politik di berbagai belahan dunia menuntut adanya aliansi bilateral yang lebih kuat dan prediktif.

“Tepat di dunia yang penuh gejolak ini, Indonesia dan Belanda bekerja sama untuk memperkuat hubungan,” tulis unggahan diplomatik dari perwakilan Negeri Kincir Angin tersebut.

Belanda dan Indonesia dinilai memiliki modalitas hubungan budaya dan sejarah yang erat, serta telah menjalin kerja sama konkret di berbagai bidang produktif, antara lain perdagangan, manajemen air, dan pengembangan sektor pertanian berkelanjutan. Penguatan sektor ekosistem hijau ini sejalan dengan agenda transisi energi kedua negara.

Pemerintah Belanda menaruh harapan besar terhadap peran kepemimpinan Indonesia di kawasan Asia Tenggara sebagai jangkar stabilitas ekonomi. Kesamaan pandangan di antara kedua negara diharapkan menjadi katalisator bagi kelancaran negosiasi ekonomi di tingkat regional yang lebih luas.

“Dan negara-negara kami adalah mitra sevisi di dunia yang berubah dengan cepat,” sebagaimana tertera dalam poin penutup unggahan tersebut.

Sebelum pembicaraan via telepon ini dilakukan, Presiden Prabowo tercatat telah melakukan lawatan resmi ke Belanda pada September tahun lalu. Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo diterima langsung secara resmi oleh Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, Belanda.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Presiden Prabowo bersama Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima berdiskusi mengenai berbagai isu penting, termasuk penguatan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang strategis. Latar belakang militer yang sama-sama dimiliki oleh Presiden Prabowo dan Raja Willem-Alexander turut menghadirkan keakraban tersendiri yang memperlancar komunikasi diplomatik. Pertemuan historis ini mencerminkan komitmen bersama Indonesia dan Belanda untuk terus mempererat hubungan, serta memperluas peluang kerja sama investasi di masa mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembatasan Kuota Pengangkutan, Gerobak Sampah Menumpuk di TPS Rawajati
• 1 jam laludetik.com
thumb
Vicky Prasetyo Dipolisikan atas Dugaan Penipuan Rp213 Juta, Begini Pembelaan Sang Artis
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Maling Toko di Mojokerto Tinggalkan Surat Permintaan Maaf, Ini Isinya
• 18 jam laludetik.com
thumb
PT Timah Bagikan Dividen Rp 656 Miliar, 50 Persen dari Laba Bersih 2025
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Prediksi Kanada Vs Bosnia Herzegovina di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Belum Terkalahkan
• 6 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.