Gelombang serangan udara dan pesawat tak berawak (drone) yang diluncurkan militer Zionis Israel kembali mengguncang wilayah Lebanon Selatan pada Selasa, 10 Juni 2026. Serangan tersebut dilaporkan menyasar berbagai titik, termasuk kawasan pemukiman warga sipil, dan mengakibatkan jatuhnya belasan korban jiwa.
Berdasarkan data terbaru, sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian agresi ini. Serangan paling mematikan dilaporkan terjadi di Kota Tyre, di mana rudal-rudal Israel menghantam area pemukiman padat penduduk.
Di kota pelabuhan tersebut, otoritas setempat mengonfirmasi sebanyak 8 orang tewas dan 32 orang lainnya terluka akibat serangan yang menghancurkan bangunan tempat tinggal. Tim medis dan pusat operasi darurat terus berupaya melakukan evakuasi terhadap para korban di tengah puing-bangunan yang hancur.
Baca juga: Militer Israel Klaim Dua Roket Lebanon Hantam Area Dekat Pasukannya
Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon mengungkapkan sejak periode 2 Maret hingga 9 Juni, tercatat total korban jiwa akibat serangan Zionis Israel telah mencapai 3.666 orang, sementara korban luka-luka tercatat sebanyak 11.321 orang.
Merespons eskalasi serangan di Lebanon Selatan, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa setiap tindakan agresif dan aksi jahat yang dilakukan Zionis Israel, termasuk serangan di wilayah Lebanon, tidak akan dibiarkan begitu saja. Pihaknya mengancam akan mengirimkan serangan yang jauh lebih keras sebagai bentuk balasan atas agresi militer di wilayah tersebut.




