Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas mengatakan pengerahan personel TNI untuk berjaga saat demonstrasi massa di Jakarta Pusat merupakan permintaan dari pihak Kepolisian.
"Adapun pengerahan TNI atas dasar permintaan untuk membantu," kata Nas saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Nas menjelaskan kehadiran personel TNI tidak untuk menangani massa aksi secara langsung. Mereka hadir untuk memberi dukungan personel jika polisi sudah tidak bisa mengendalikan massa.
Baca juga: Unjuk rasa mahasiswa berakhir kondusif, massa membubarkan diri
Pihaknya juga tidak akan mengambil peran polisi sebagai pihak penegak hukum dalam menindak massa aksi.
"Penanganan demo adalah tanggung jawab kepolisian. Artinya tetap polisi di depan," ujar Nas.
Baca juga: TNI tegaskan kehadirannya di ranah sipil tidak untuk mengancam rakyat
Untuk diketahui, massa aksi yang terdiri elemen mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hi, Jakarta Pusat. Mereka melakoni aksi long march hingga akhirnya sampai di titik aksi demo.
Di tengah aksi demo, para demonstran menyoroti barisan personel TNI yang menghalangi mereka saat sedang berjalan. Aksi penghalangan oleh TNI ini pun direkam oleh masyarakat hingga akhirnya viral di media sosial.
Aksi ini pun menuai banyak komentar miring dari masyarakat dunia maya. Mereka menilai pengerahan personel TNI untuk bertugas di lokasi aksi merupakan sesuatu yang berlebihan dan terkesan mengintimidasi massa.
Baca juga: Massa aksi masih bertahan di Jalan MH Thamrin hingga Jumat petang
"Adapun pengerahan TNI atas dasar permintaan untuk membantu," kata Nas saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Nas menjelaskan kehadiran personel TNI tidak untuk menangani massa aksi secara langsung. Mereka hadir untuk memberi dukungan personel jika polisi sudah tidak bisa mengendalikan massa.
Baca juga: Unjuk rasa mahasiswa berakhir kondusif, massa membubarkan diri
Pihaknya juga tidak akan mengambil peran polisi sebagai pihak penegak hukum dalam menindak massa aksi.
"Penanganan demo adalah tanggung jawab kepolisian. Artinya tetap polisi di depan," ujar Nas.
Baca juga: TNI tegaskan kehadirannya di ranah sipil tidak untuk mengancam rakyat
Untuk diketahui, massa aksi yang terdiri elemen mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hi, Jakarta Pusat. Mereka melakoni aksi long march hingga akhirnya sampai di titik aksi demo.
Di tengah aksi demo, para demonstran menyoroti barisan personel TNI yang menghalangi mereka saat sedang berjalan. Aksi penghalangan oleh TNI ini pun direkam oleh masyarakat hingga akhirnya viral di media sosial.
Aksi ini pun menuai banyak komentar miring dari masyarakat dunia maya. Mereka menilai pengerahan personel TNI untuk bertugas di lokasi aksi merupakan sesuatu yang berlebihan dan terkesan mengintimidasi massa.
Baca juga: Massa aksi masih bertahan di Jalan MH Thamrin hingga Jumat petang





