TNI Tegaskan Pengerahan Personel Saat Demo Jakarta Pusat Atas Permintaan Polri

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas menegaskan bahwa pengerahan personel TNI untuk berjaga saat demonstrasi massa di Jakarta Pusat merupakan permintaan dari pihak Kepolisian. Kehadiran prajurit TNI tersebut bukan untuk menangani massa aksi secara langsung, melainkan sebagai dukungan personel.

"Adapun pengerahan TNI atas dasar permintaan untuk membantu," kata Nas saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dukungan Jika Polisi Kewalahan

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Nas menjelaskan secara rinci peran personel TNI di lapangan. Mereka hadir untuk memberi dukungan personel jika polisi sudah tidak bisa mengendalikan massa. Pihaknya juga menekankan tidak akan mengambil peran polisi sebagai pihak penegak hukum dalam menindak massa aksi.

"Penanganan demo adalah tanggung jawab kepolisian. Artinya tetap polisi di depan," ujar Nas.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, massa aksi yang terdiri dari elemen mahasiswa menggelar demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Mereka melakukan aksi long march hingga akhirnya sampai di titik aksi demo. Di tengah aksi, para demonstran menyoroti barisan personel TNI yang menghalangi mereka saat sedang berjalan.

Aksi penghalangan oleh TNI ini pun direkam oleh masyarakat hingga akhirnya viral di media sosial. Kejadian ini menuai banyak komentar miring dari warganet yang menilai pengerahan personel TNI untuk bertugas di lokasi aksi merupakan sesuatu yang berlebihan dan terkesan mengintimidasi massa.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Selidiki Penemuan Dua Perempuan Tewas Misterius di Banyumas
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KSP Dudung: Pemerintah Buka Ruang Masyarakat Sampaikan Kritik
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
11 Pesepakbola dengan Bayaran Tertinggi di Piala Dunia 2026
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tugas Penggerak HAM 2026: Kementerian HAM Buka Rekrutmen 200 Orang untuk Program Desa Sadar HAM
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Akui Peralihan ke BBM Subsidi Tak Bisa Dihindari
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.