Bersiap Nonton Piala Dunia 2026? Ternyata Ada Sejarah di Balik Kartu Merah dan Kuning dalam Sepak Bola

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.ID - Dalam sepak bola, wasit memiliki dua kartu yang menjadi simbol penegakan aturan di lapangan, yakni kartu kuning dan kartu merah. Kedua kartu ini digunakan untuk memberikan sanksi kepada pemain yang melakukan pelanggaran selama pertandingan berlangsung termasuk saat piala dunia 2026.

Kartu kuning berfungsi sebagai peringatan keras bagi pemain agar tidak mengulangi kesalahannya. Jika seorang pemain menerima dua kartu kuning dalam satu pertandingan, maka ia otomatis mendapat kartu merah dan harus meninggalkan lapangan. Sementara itu, kartu merah diberikan untuk pelanggaran berat yang membuat pemain harus keluar dari pertandingan dan tidak dapat digantikan.

Berawal dari Kebingungan Wasit di Piala Dunia 1962

Sejarah kartu kuning dan merah bermula dari gagasan wasit asal Inggris, Ken Aston. Ide tersebut muncul setelah insiden kontroversial pada laga antara Chile dan Italia di Piala Dunia 1962.

Saat itu, Aston berusaha mengusir pemain Italia, Giorgino Ferrini, akibat pelanggaran yang dilakukannya. Namun, Ferrini tidak memahami instruksi sang wasit yang disampaikan dalam bahasa Inggris sehingga tetap bertahan di lapangan. Situasi pun memanas hingga aparat kepolisian harus turun tangan untuk mengeluarkan pemain tersebut.

Terinspirasi Lampu Lalu Lintas

Pengalaman itu membuat Ken Aston mencari cara agar keputusan wasit dapat dipahami oleh semua pemain tanpa hambatan bahasa. Inspirasi datang ketika ia melihat lampu lalu lintas di sebuah persimpangan jalan.

Dari sana lahirlah konsep kartu kuning sebagai tanda peringatan dan kartu merah sebagai simbol hukuman berat yang mengharuskan pemain meninggalkan lapangan.

Pertama Kali Digunakan pada Piala Dunia 1970

Usulan Ken Aston akhirnya diterima FIFA dan mulai diterapkan pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Menariknya, sepanjang turnamen tersebut tidak ada satu pun pemain yang menerima kartu merah. Wasit hanya beberapa kali mengeluarkan kartu kuning.

Meski ide tersebut berasal dari Inggris, kompetisi sepak bola di negara itu baru mulai menerapkan kartu kuning dan merah secara resmi pada tahun 1976.

 

 

Bersiap Nonton Piala Dunia 2026? Ini Sejarah Munculnya Kartu Kuning dan Merah dalam Sepak Bola

Dalam sepak bola, wasit memiliki dua kartu yang menjadi simbol penegakan aturan di lapangan, yakni kartu kuning dan kartu merah. Kedua kartu ini digunakan untuk memberikan sanksi kepada pemain yang melakukan pelanggaran selama pertandingan berlangsung.

Kartu kuning berfungsi sebagai peringatan keras bagi pemain agar tidak mengulangi kesalahannya. Jika seorang pemain menerima dua kartu kuning dalam satu pertandingan, maka ia otomatis mendapat kartu merah dan harus meninggalkan lapangan. Sementara itu, kartu merah diberikan untuk pelanggaran berat yang membuat pemain harus keluar dari pertandingan dan tidak dapat digantikan.

Berawal dari Kebingungan Wasit di Piala Dunia 1962

Sejarah kartu kuning dan merah bermula dari gagasan wasit asal Inggris, Ken Aston. Ide tersebut muncul setelah insiden kontroversial pada laga antara Chile dan Italia di Piala Dunia 1962.

Saat itu, Aston berusaha mengusir pemain Italia, Giorgino Ferrini, akibat pelanggaran yang dilakukannya. Namun, Ferrini tidak memahami instruksi sang wasit yang disampaikan dalam bahasa Inggris sehingga tetap bertahan di lapangan. Situasi pun memanas hingga aparat kepolisian harus turun tangan untuk mengeluarkan pemain tersebut.

Terinspirasi Lampu Lalu Lintas

Pengalaman itu membuat Ken Aston mencari cara agar keputusan wasit dapat dipahami oleh semua pemain tanpa hambatan bahasa. Inspirasi datang ketika ia melihat lampu lalu lintas di sebuah persimpangan jalan.

Dari sana lahirlah konsep kartu kuning sebagai tanda peringatan dan kartu merah sebagai simbol hukuman berat yang mengharuskan pemain meninggalkan lapangan.

Pertama Kali Digunakan pada Piala Dunia 1970

Usulan Ken Aston akhirnya diterima FIFA dan mulai diterapkan pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Menariknya, sepanjang turnamen tersebut tidak ada satu pun pemain yang menerima kartu merah. Wasit hanya beberapa kali mengeluarkan kartu kuning.

 

Meski ide tersebut berasal dari Inggris, kompetisi sepak bola di negara itu baru mulai menerapkan kartu kuning dan merah secara resmi pada tahun 1976.

Pernah Dihentikan Sementara

Penggunaan kartu kuning dan merah ternyata sempat menuai kontroversi. Pada awal 1980-an hingga pertengahan 1980-an, penerapannya beberapa kali dihentikan sementara karena banyak pihak menilai wasit terlalu mudah mengeluarkan kartu kepada pemain.

Meski sempat mendapat penolakan, sistem kartu kuning dan merah akhirnya kembali digunakan dan hingga kini menjadi bagian penting dalam aturan sepak bola di seluruh dunia, termasuk pada ajang terbesar seperti Piala Dunia 2026.

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pilah Sampah dari Rumah Dinilai Jadi Kunci Keberhasilan RDF
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BI Klaim Kenaikan Suku Bunga Direspon Positif Investor
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Facebook Down Secara Global, Ribuan Pengguna Laporkan Facebook Error
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Polres Jember Bongkar 25 Kasus Narkoba, Sita 159 Gram Sabu dan 61 Butir Ekstasi
• 10 jam lalurealita.co
thumb
Drakor The Apartment Job yang Dibintangi Ji Sung hingga Ha Yoon Kyung Rilis Tanggal Tayang
• 22 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.