Dari Orasi hingga Saling Dorong, Jalan Panjang Mahasiswa Menembus Bundaran HI

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Demonstrasi mahasiswa yang semula hendak digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), tidak berjalan sesuai rencana.

Pasalnya, massa mahasiswa dari sejumlah universitas dihalangi barikade aparat keamanan saat hendak menuju kawasan Bundaran HI.

Massa dari BEM Universitas Indonesia, Universitas Pancasila (UP), Institut Pertanian Bogor (IPB) serta sejumlah kampus lainnya itu tertahan sejak pukul 14.30 WIB di Jalan Sudirman, tepatnya di depan Plaza UOB, Jalan Sudirman sampai malam hari.

Baca juga: 2 Orang yang Ditangkap Bawa Bom Molotov Saat Demo Bukan Mahasiswa

Mereka diadang barisan polisi, prajurit TNI, Brimob, dan perisai besi.

Titik pengadangan mahasiswa itu hanya berjarak kurang dari 1 kilometer (km) menuju Bundaran BI.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Jalan Jenderal Sudirman, barikade aparat keamanan dilakukan secara berlapis.

Barisan paling depan barikade, atau yang langsung menghadapi massa yakni puluhan polisi berjajar menutup Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Bundaran HI.

Di belakang polisi, berjajar prajurit TNI yang berbaris rapat.

Dua meter di belakang barisan TNI, ada palang besi yang dipasang rapat dengan jajaran polisi yang berjaga di belakangnya.

Lalu, di belakang palang dan barisan tersebut, berdiri puluhan prajurit polisi dan TNI yang berjaga secara bercampur.

Baca juga: Mahasiswa UI Bubarkan Diri dari Titik Aksi, Janji Bakal Demo di Bundaran HI Lagi

Kemudian, masih ada lagi barisan dari blokade penjagaan di belakang TNI dan Polisi yang bersama-sama itu.

Satu baris penjagaan anggota Brimob dan satu baris lagi penjagaan polisi.

Rencananya, mahasiswa hendak menyampaikan aspirasi mulai pukul 13.00 WIB dengan mengusung lima tuntutan, yakni setop pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, hentikan militerisme di ranah sipil serta meminta Presiden Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.

Mahasiswa ditahan barikade

Akibat barikade ketat dan berlapis tersebut, massa mahasiswa tak bisa meneruskan perjalanan ke Bundaran HI.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung yang ikut berjaga di depan barikade sempat melakukan dialog dengan Ketua BEM FISIP UI Rafael Arefa dan Ketua BEM FEB UI Jundi Al Muhandis.

Rafael dan Jundi beserta pengurus BEM UI lainnya mencoba meminta izin kepada Kapolres Reynold untuk melanjutkan perjalanan ke Bundaran HI.

Namun, Kapolres menyatakan mahasiswa hanya bisa sampai titik demo saat ini, yakni sebelah selatan menara BCA Jalan Jenderal Sudirman.

"Bisa sampai di dekat sini saja. Dekat sini, sini saja," tutur Kapolres.

Salah satu perwakilan BEM Universitas Indonesia, Hafiz menyebut, seharusnya masyarakat memiliki hak penuh untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum.

Bahkan menurut dia, aparat kepolisian dan tentara seharusnya mendukung tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa, bukan menghalangi.

"Harusnya kalian itu mendukung lima tuntutan yang kami bawa, karena tuntutan ini juga pasti berpengaruh ke kehidupan kalian, keluarga kalian, anak-anak kalian," ucap Hafiz dalam orasinya di depan massa dan aparat.

Baca juga: Akses Internet Susah di Titik Demo Mahasiswa, Polisi Ungkap Penyebabnya

Sempat ricuh

Sekitar pukul 16.30 WIB, aksi saling dorong antara aparat TNI-Polri dengan mahasiswa terjadi di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Keributan bermula dari massa aksi yang memprotes aksi blokade yang dilakukan aparat agar mereka tak bisa menggelar demo di Bundaran HI.

Padahal, sejak awal rencana mereka adalah menggelar demonstrasi tepat di titik Bundaran HI dan telah memberikan surat pemberitahuan.

"Buka, buka, buka jalannya, buka jalannya sekarang juga!" seru mahasiswa. Barisan aparat sempat dilempari botol plastik hingga sepatu dari arah yang tidak diketahui.

Kemudian, massa yang berada di barisan paling depan pun membentuk barikade dengan berpegangan tangan, berhadapan dengan polisi.

Setelahnya, salah satu peserta aksi meneriakkan aba-aba agar massa maju ke depan.

"Satu, dua, tiga, maju, maju!" seru salah satu peserta aksi,disambut dorongan massa ke arah aparat.

Baca juga: Mahasiswa UNJ Gaungkan 10 Tuntutan kepada Pemerintah

Salah satu titik barikade aparat kepolisian sempat tertembus, membuat sebagian massa aksi berhasil merangsek masuk ke balik barisan aparat.

Namun, setelah barikade tertembus, barisan polisi lainnya berlari dari arah Bundaran HI dengan membawa barikade besi.

Tameng itu dikerahkan agar mahasiswa tak bisa menyentuh Bundaran HI yang dinilai merupakan jantung perekonomian ibu kota.

Tak hanya itu, massa yang tidak mengenakan almamater tetap mencoba menerobos barikade besi dengan mendorong hingga menendang barikade.

Bahkan, salah satu barikade besi milik polisi sempat berhasil diambil alih oleh massa aksi, meski akhirnya dikembalikan kepada polisi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Setelah situasi berhasil mereda, massa aksi pun kemudian kembali maju ke depan dan berdialog dengan Reynold.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lansia Pilih Obati Diri Sendiri daripada ke Faskes: Tersiksa Antre Panjang dan Rujukan Berbelit
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Betrand Peto Bela Ruben Onsu, Singgung Dugaan Pernah Ditampar oleh Sosok ‘Tante’
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Komnas Anak Sentil Pola Asuh Sarwendah, Singgung Risiko Kehilangan Hak Asuh di Tengah Konflik dengan Ruben Onsu
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Jargas PGN Area Pasuruan Dukung Operasional 15 Ribu Santri di Ponpes Dalwan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
‎Roger Danuarta dan Cut Meyriska Bantah Terima Uang Saku Hanania Travel
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.