Global Fatty Liver Day 2026 Ajak Cegah Perlemakan Hati dengan Deteksi Dini dan Kendalikan Obesitas

disway.id
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, HARIAN DISWAY – Penyakit perlemakan hati (fatty liver disease) sering berkembang tanpa gejala sehingga banyak penderitanya tidak menyadari kondisi tersebut hingga memasuki tahap lanjut. Karena itu, Kementerian Kesehatan RI bersama Novo Nordisk Indonesia memanfaatkan momentum Global Fatty Liver Day 2026 untuk mengampanyekan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan obesitas.

Mengusung tema “Act Now”, kampanye ini mengajak masyarakat segera mengambil langkah nyata sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius. Sebab, pada tahap awal, perlemakan hati masih dapat dicegah bahkan dipulihkan dengan penanganan yang tepat.

Dalam diskusi media yang digelar di Jakarta, Kementerian Kesehatan menyoroti hubungan erat antara obesitas dan penyakit hati berlemak. Kondisi yang dikenal sebagai Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD) ini terjadi akibat penumpukan lemak di hati yang dipicu gangguan metabolik.

Apabila tidak ditangani, MASLD dapat berkembang menjadi Metabolic Dysfunction-Associated Steatohepatitis (MASH) yang ditandai dengan peradangan dan kerusakan sel hati serta meningkatkan risiko fibrosis, sirosis, hingga kanker hati.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan obesitas kini menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kronis, termasuk perlemakan hati.

Ia menekankan pentingnya mengenali faktor risiko sejak dini dan tidak menunggu munculnya gejala sebelum memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.

“Fatty liver merupakan salah satu kondisi kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih karena sering kali berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang jelas. Salah satu pemicu utama di balik kondisi ini adalah obesitas, yang kini menjadi tantangan kesehatan serius di tanah air,” kata Siti Nadia Tarmizi.

Seiring meningkatnya prevalensi obesitas di Indonesia, risiko terjadinya fatty liver dan berbagai penyakit kronis lainnya juga semakin tinggi. Obesitas bahkan dikenal sebagai ‘mother of all chronic diseases’ karena dapat menjadi pemicu berbagai komplikasi kesehatan. 

“Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap faktor-faktor risiko yang dimiliki dan melakukan deteksi dini guna menjaga kesehatan hati. Act now sebelum kondisi berkembang lebih jauh,” katanya.

BACA JUGA:Seseorang dengan Golongan Darah Ini Rentan Alami Kolesterol Tinggi, Kamu Termasuk?

Pandangan serupa disampaikan Prof. Rino Alvani Gani dari FKUI-RSCM. Menurutnya, sebagian besar pasien tidak menyadari telah mengalami perlemakan hati karena penyakit ini berkembang secara perlahan tanpa tanda yang khas.

Ia mengingatkan bahwa individu dengan obesitas, diabetes tipe 2, obesitas sentral, maupun gangguan fungsi hati perlu menjalani evaluasi medis agar risiko penyakit dapat diketahui lebih awal.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Dicky Levenus Tahapary menjelaskan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis yang memerlukan penanganan medis dan perubahan gaya hidup secara berkelanjutan.

Sementara itu, Novo Nordisk Indonesia melalui dr. Riyanny Meisha Tarliman menyatakan komitmennya untuk terus mendukung edukasi masyarakat mengenai obesitas dan penyakit metabolik melalui inovasi terapi serta platform informasi NovoCare.id.

Menurut dr Riyanny, selama lebih dari 20 tahun hadir di Indonesia, Novo Nordisk terus berkomitmen mendorong perubahan bermakna dalam penanganan penyakit kronis dan metabolik.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kadispora Syamsul Bahri Buka Makarena Season 2, E-Sport Jadi Ruang Kreativitas dan Prestasi Anak Muda
• 17 jam laluterkini.id
thumb
Hobi Diving Bikin Kulit Prilly Latuconsina Kewalahan, Akui Harus Perawatan Ekstra
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Bisa Dongkrak Mobilitas dan Perekonomian Nasional
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
BI Rate Naik, Perhatikan Dampaknya ke Pasar Hunian yang Mengandalkan KPR
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Klasemen Piala Dunia 2026: Amerika Kukuh di Puncak Grup D, Bosnia dan Kanada Saling Sikut di Grup B
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.