TABLOIDBINTANG.COM - Media sosial tengah dihebohkan oleh curahan hati Uffri Datun Nitami, istri aktor Evan Marino.
Dalam unggahan panjang di Instagram, Uffri mengaku memberanikan diri untuk membuka berbagai persoalan rumah tangga yang selama ini dipendamnya.
Lewat tulisannya, Uffri mengaku langkah tersebut diambil demi keselamatan dirinya dan kedua anaknya.
Ia bahkan menyebut telah beberapa kali mengalami dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang membuatnya hidup dalam ketakutan.
"Saya perlu mengumpulkan semua keberanian ini untuk saya bisa selamatkan hidup saya dan hidup anak-anak saya dari keadaan ini," tulis Uffri.
Menurut pengakuannya, salah satu peristiwa yang paling membekas terjadi saat dirinya terlibat pertengkaran dengan sang suami.
Uffri mengaku sejumlah benda sempat dilempar ke arahnya hingga membuatnya trauma. Ia menyebut sebuah kursi nyaris mengenai kepalanya sebelum berhasil ditepis menggunakan tangan.
Selain itu, kipas angin juga disebut sempat dilempar ke arahnya.
"Saya didorong dari kasur, diseret dengan amukan yang begitu saya takutkan," ungkapnya.
Anak Disebut Ikut Menyaksikan
Hal yang paling menyakitkan bagi Uffri adalah ketika anak pertama mereka disebut ikut menyaksikan kejadian tersebut.
"Anak pertama saya melihat semua kejadian malam itu," beri tahunya.
Uffri kemudian menjelaskan bahwa pertengkaran bermula setelah dirinya meminta hak nafkah sebagai istri yang menurutnya belum pernah diterima secara rutin selama lima tahun pernikahan.
Ia mengaku baru beberapa bulan terakhir menerima nafkah pribadi. Sebelumnya, ia disebut kerap mendapat alasan bahwa dirinya memiliki penghasilan sendiri sehingga tidak memerlukan uang bulanan dari suami.
Situasi itu disebut memicu perdebatan hingga akhirnya berujung pada pertengkaran besar. Uffri bahkan mengklaim dirinya dijatuhi talak satu pada 9 Juni 2026 sekitar pukul 02.00 dini hari.
Di akhir unggahannya, Uffri mengaku sudah tidak sanggup lagi memendam rasa sakit yang selama ini dirasakan.
Ia menyebut pengalaman yang dijalaninya selama bertahun-tahun telah meninggalkan trauma mendalam.




