Jakarta, ERANASIONAL.COM – Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, mengusulkan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah pada 29 Juni–10 Juli 2026.
Usulan tersebut muncul setelah adanya temuan potensi pemborosan anggaran yang nilainya disebut mencapai lebih dari Rp1 triliun per bulan.
Charles menilai kondisi tersebut perlu dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, periode libur sekolah bisa dimanfaatkan pemerintah untuk menghentikan sementara distribusi program sembari melakukan pembenahan tata kelola secara menyeluruh.
Ia menekankan bahwa indikasi pemborosan anggaran tidak boleh dipandang sebagai persoalan kecil, terlebih di tengah tekanan fiskal dan tingginya kebutuhan pembiayaan di berbagai sektor lainnya.
Charles juga mendorong pemerintah melakukan audit terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini beroperasi.
Evaluasi itu, kata dia, harus mencakup aspek keamanan pangan, kualitas makanan, efisiensi penggunaan anggaran, hingga mekanisme pengadaan.
Politikus PDIP tersebut menilai dapur yang terbukti tidak memenuhi standar atau berulang kali memicu kasus keracunan perlu dihentikan operasionalnya secara permanen.
Ia mengingatkan bahwa jumlah anak yang terdampak kasus keracunan dalam program MBG disebut telah melampaui 40 ribu orang, sehingga aspek keamanan dan mutu layanan harus menjadi perhatian utama.
Ke depan, Charles menilai keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya penerima manfaat maupun besarnya anggaran yang terserap, melainkan dari sejauh mana program mampu meningkatkan kualitas gizi anak, aman dikonsumsi, serta dijalankan secara efisien dan akuntabel. []





