JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ketiga Pekan Raya Jakarta (PRJ), Sabtu (13/6/2026), sejumlah pengunjung sudah terlihat membawa koper hingga keranjang belanja meski area belum terlalu padat.
Salah satunya Niken (40), yang datang dari Kalideres, Jakarta Barat, dengan sepeda motor sambil membawa koper hitam ukuran sedang.
Ia mengaku sengaja membawa koper untuk menampung belanjaan, berdasarkan pengalaman kunjungannya tahun lalu.
“Kopernya bawa sendiri dari rumah, tadi pakai sepeda motor. Ini juga sudah ada isinya habis belanja,” kata Niken saat ditemui di lokasi, Sabtu.
Baca juga: Hari Ketiga PRJ Belum Terlalu Ramai, Pengunjung: Dulu Desak-desakan, Kini Santai
Niken bersama rekannya, Puri (40), sudah tiba sebelum PRJ dibuka pukul 10.00 WIB. Keduanya datang untuk berburu berbagai jajanan untuk anak di rumah.
Belajar dari tahun sebelumnya, mereka lebih dulu memetakan stan yang akan didatangi agar waktu lebih efisien. Mereka juga mempertimbangkan kenaikan harga saat berbelanja.
Menurut Niken, harga sejumlah barang di PRJ tahun ini mengalami kenaikan.
“Pengeluaran tahun ini lebih banyak dari tahun kemaren. Karena mungkin harga juga banyaj lebih naik, sekitar 30 persen lah,” ujar dia.
Meski begitu, ia menyebut masih ada produk yang lebih murah dibanding tahun lalu, seperti snack keripik dalam tas berbentuk bintang.
“Pada PRJ 2025, produk itu dijual seharga Rp 150.000. Namun, di tahun ini, Niken hanya membayar Rp 100.000 saja,” katanya.
Baca juga: PRJ 2026 Dibuka Besok, Ini Jadwal, Harga Tiket, dan Hiburannya
Hingga siang, Niken sudah mengeluarkan sekitar Rp 1,5 juta, sementara Puri di bawah Rp 500.000.
Keduanya berencana tetap bertahan hingga sore untuk menunggu stok produk incaran yang belum tersedia.
Niken juga menyoroti suasana PRJ tahun ini yang menurutnya terasa lebih sepi.
“Mau beli Tango yang tas boneka yang wafer. Katanya jam 4 sore baru ada, jadi saya kejar sore aja. Apalagi kan pengen tahu juga kok ini sepi ya,” ujar dia.