JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah warga terdampak kekeringan yang terjadi di Cilacap, Jawa Tengah; Karawang; dan Bogor, Jawa Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (13/6/2026), menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mendistribusikan air bersih untuk warga terdampak.
“Peristiwa kekeringan pertama terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sebanyak 120 jiwa di Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu, dan 398 jiwa di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, terdampak kekeringan,” kata dia dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Kemarau 2026 Lebih Parah, Wilayah Selatan Jateng Berpotensi Kekeringan
Muhari menyebut, hingga Jumat (12/6/2026), BPBD Kabupaten Cilacap telah mendistribusikan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak serta melakukan koordinasi lintas sektor secara berkala untuk memantau kondisi dan memastikan pasokan sumber air tetap terpenuhi.
Kekeringan juga terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan berdampak pada 372 jiwa.
“Sebanyak 372 jiwa terdampak kekeringan di Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru,” tuturnya.
“BPBD Kabupaten Karawang telah menyalurkan bantuan air bersih dengan mengerahkan dua unit mobil tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter, pada Jumat (12/6/2026),” kata Muhari.
Selain itu, kekeringan juga melanda dua desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: BMKG: El Nino 2026 Berpeluang hingga 80 Persen, Risiko Kekeringan dan Karhutla Meningkat
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- kekeringan
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- bogor
- cilacap
- karawang





