JAKARTA, KOMPAS.com – Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, termasuk di DKI Jakarta.
Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta menyebut kondisi lansia di ibu kota sangat beragam, mulai dari yang masih aktif hingga yang membutuhkan bantuan sosial.
Sebagian besar lansia di Jakarta masih tinggal bersama keluarga dan mendapat dukungan sosial yang baik dari lingkungan sekitar.
“Namun, seiring dengan perubahan struktur keluarga dan dinamika kehidupan perkotaan, terdapat pula lansia yang menghadapi tantangan seperti berkurangnya interaksi sosial, keterbatasan mobilitas, dan ketergantungan terhadap bantuan dari keluarga maupun masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Iqbal Akbarudin ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: Kala Lansia Pilih Obat Warung daripada Faskes Saat Sakit, Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai
Sebagian lansia di Jakarta juga masih aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Hal ini menunjukkan partisipasi sosial lansia masih cukup baik dan perlu terus diperkuat.
Namun, di sisi lain, masih terdapat kelompok lansia kurang mampu dan nonpotensial yang membutuhkan dukungan untuk pemenuhan kebutuhan dasar serta akses layanan sosial.
Menurut Dinsos, persoalan yang paling sering dihadapi lansia di Jakarta meliputi keterbatasan ekonomi, penurunan kondisi kesehatan, keterbatasan akses layanan akibat kendala mobilitas, serta berkurangnya dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sekitar.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kebiasaan sebagian lansia yang memilih mengobati diri sendiri saat sakit, dibandingkan datang ke fasilitas kesehatan.
Dinas Sosial Jakarta mencatat, ada sejumlah faktor yang mendorong kondisi tersebut.
“Seperti keterbatasan ekonomi, keluhan yang dialami masih dianggap ringan, kendala mobilitas atau keterbatasan gerak, lebih percaya pengobatan alternatif, dan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin,” sambung Iqbal.
Selain itu, kurangnya pendampingan dari keluarga dan lingkungan juga membuat sebagian lansia tidak mendapat akses optimal ke layanan kesehatan.
Iqbal mengatakan, banyak lansia di Jakarta mengalami kesepian dan isolasi sosial akibat perubahan pola kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin dinamis.
Sejumlah lansia tinggal sendiri karena ditinggal pasangan atau memiliki keterbatasan mobilitas, sehingga interaksi sosial mereka semakin berkurang.
Baca juga: Lansia Pilih Obati Diri Sendiri daripada ke Faskes: Tersiksa Antre Panjang dan Rujukan Berbelit
Dari sisi sosial, kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan lansia.





