Ciri-Ciri Golongan Masyarakat Kelas Bawah, Anda Termasuk?

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/ 5 Ciri Golongan Warga Kelas Bawah/ Edward Ricardo
Daftar Isi
  • 1. Hunian Layak Jadi Barang Mewah
  • 2. Jenis Pekerjaan Rentan Tanpa jaminan
  • 3. Absennya Tabungan dan Rencana Investasi
  • 4. Gaya Hidup Kaku dan Terbatas
  • 5. Hambatan Akses Pendidikan Tinggi
  • Hubungan Kelas Ekonomi dan Keuangan Anda

Jakarta, CNBC Indonesia - Struktur kelas ekonomi masyarakat sering kali menjadi topik hangat yang memicu diskusi panjang. Di tengah dinamika inflasi, bayang-bayang pelemahan daya beli, hingga tren pemutusan hubungan kerja (PHK), batas antara kelas menengah dan kelas bawah kini kian tipis.

Banyak orang yang merasa diri mereka berada di zona aman "kelas menengah", padahal secara riil finansial, posisinya sudah bergeser ke lapisan bawah. Mengutip laporan GoBankingRates, batasan sosiologis dan finansial sebetulnya bisa diukur lewat indikator aktivitas sehari-hari.

Lantas, bagaimana cara mengidentifikasinya? Berikut adalah 5 ciri utama masyarakat kelas bawah atau kelas menengah bawah yang patut Anda cermati untuk merefleksikan kondisi dompet saat ini:


1. Hunian Layak Jadi Barang Mewah

Tempat tinggal merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar bagi setiap keluarga. Bagi masyarakat kelas bawah, memiliki atau bahkan sekadar menyewa hunian yang nyaman, aman, dan berada di lingkungan yang layak adalah tantangan berat.

Jika sebagian besar pendapatan Anda habis hanya untuk membayar kontrakan yang kondisinya pas-pasan, atau Anda terpaksa tinggal di lingkungan dengan akses sanitasi dan keamanan yang minim karena keterbatasan dana, ini merupakan indikator kuat bahwa Anda berada di segmen ekonomi bawah.

2. Jenis Pekerjaan Rentan Tanpa jaminan

Karakteristik kelas bawah sering kali tercermin dari stabilitas pendapatan. Mayoritas kelompok ini bekerja di sektor informal, pekerja paruh waktu (part-time), atau buruh harian lepas yang tidak memiliki kepastian pendapatan bulanan.

Selain rentan terhadap risiko pemecatan seketika, jenis pekerjaan di sektor ini umumnya tidak dilengkapi dengan fasilitas jaminan sosial yang memadai, seperti asuransi kesehatan swasta, BPJS Ketenagakerjaan, hingga tunjangan-tunjangan lainnya yang biasa dinikmati oleh pekerja kelas menengah ke atas.

3. Absennya Tabungan dan Rencana Investasi
Pilihan Redaksi
  • Miris! Bank Dunia Soroti Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI Turun Tajam
  • Bos Mal Beri Sinyal Harga Barang Naik Akhir Tahun, Ini Penyebabnya

Menabung dan berinvestasi adalah fondasi utama untuk membangun kekayaan jangka panjang sekaligus tameng proteksi ketika terjadi krisis finansial mendadak. Namun, bagi kalangan kelas bawah, menyisihkan uang adalah sebuah kemewahan yang sulit dijangkau akibat fenomena living paycheck to paycheck (gaji numpang lewat).

Pendapatan yang diperoleh habis seluruhnya untuk membiayai kebutuhan pokok dasar (pangan dan utilitas). Artinya, apabila Anda sama sekali tidak memiliki dana darurat yang ideal, tidak punya aset investasi, serta belum memiliki rencana pensiun yang jelas, dapat dipastikan Anda masuk dalam golongan ini.

4. Gaya Hidup Kaku dan Terbatas

Apakah Anda mampu merencanakan liburan setahun sekali? Sering makan di restoran atau membeli pakaian baru tanpa harus mengorbankan anggaran dapur?

Bagi kelas menengah ke atas, kesenangan-kesenangan kecil tersebut adalah hal lumrah karena ada ruang fleksibilitas dalam anggaran mereka. Sebaliknya, bagi kelas bawah, anggaran pengeluaran sangat kaku. Menikmati hiburan atau melakukan rekreasi sering kali dianggap sebagai pemborosan yang dapat mengancam stabilitas dapur untuk esok hari.

5. Hambatan Akses Pendidikan Tinggi

Pendidikan sering disebut sebagai social elevator atau sarana paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan menaikkan kelas sosial. Melalui pendidikan tinggi, seseorang memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pekerjaan dengan gaji yang jauh lebih baik.

Akan tetapi, hambatan sistemik dan biaya kuliah yang terus melambung tinggi kerap membuat jenjang perguruan tinggi menjadi tidak rasional bagi kelas bawah. Jika Anda atau keluarga merasa kuliah terasa terlalu mahal dan mustahil dijangkau tanpa berutang besar, batasan finansial ini mempertegas posisi ekonomi Anda di lapisan bawah.

Hubungan Kelas Ekonomi dan Keuangan Anda

Mengetahui posisi kelas ekonomi bukan bertujuan untuk memicu pesimisme, melainkan sebagai alarm jitu bagi perencanaan keuangan Anda. Dengan memahami indikator-indikator di atas, Anda dapat lebih realistis dalam menyusun skala prioritas, menekan pengeluaran konsumtif, serta mencari peluang tambahan untuk mendongkrak pendapatan demi perlahan naik kelas.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bunga Tinggi, Leasing Waspadai NPL Naik & Permintaan Anjlok

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengadaannya Diusut, Motor Listrik BGN Tak Akan Disita Kejagung
• 20 jam laluokezone.com
thumb
HUT Ke-499 Jakarta, Warga Ber-KTP DKI Gratis Masuk Ancol Selama Tiga Hari
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Jalan Sudirman Mulai Dibuka, Polisi: Pengamanan Mulai Dilonggarkan | KOMPAS MALAM
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Dokumen yang Wajib Disiapkan Calon Pengantin
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Wamenlu Amerika Serikat Kunjungi Indonesia Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.