jpnn.com - JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis alias MBG kembali jadi sasaran hoaks.
Kali ini, informasi bohong soal MBG itu bernuansa fitnah yang diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA: Komisaris PT YAT Jadi Tersangka Kelima Korupsi MBG, Ini Perannya
Hoaks yang beredar di media sosial itu mencatut Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang.
Dalam narasi hoaks yang seolah-olah bersumber dari Nanik itu, Presiden Prabowo disebut menerima pembagian keuntungan dari program MBG melalui Dadan Hindayana, mantan kepala BGN yang kini menjadi tersangka korupsi.
BACA JUGA: Jupnas Gizi Soroti Kontradiksi Data dan Tata Kelola Program MBG
Nanik pun secara tegas membantah hoaks itu. Mantan wartawan itu memastikan kabar yang menyudutkan Presiden Prabowo tersebut merupakan informasi palsu.
“Narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan," ujar Nanik, Sabtu (13/6).
BACA JUGA: Hasto: Buku Mustika Rasa Sudah Matangkan Konsep Gizi Sebelum MBG
Nanik menyebut pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab kerap mencatut nama pejabat publik untuk membangun narasi yang provokatif dan memancing reaksi masyarakat. Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat lebih cermat dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
"Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," katanya.
Selain itu, Nanik juga menegaskan seluruh pernyataan resmi BGN disampaikan melalui kanal komunikasi resmi, baik melalui keterangan pers, situs resmi, maupun akun media sosial yang telah terverifikasi.
Menurut dia, informasi yang beredar di luar saluran resmi tersebut tidak bisa dijadikan rujukan yang sah.
Nanik juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ruang digital yang sehat dengan mengedepankan fakta dan tidak terpengaruh oleh konten yang bersifat manipulatif, provokatif, atau mengandung unsur fitnah.
"Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital serta mengedepankan verifikasi informasi. BGN akan terus fokus menjalankan tugas dan program pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat yang diberikan pemerintah," tuturnya. (jpnn.com)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




