Ekonom Paparkan Potensi Dampak Kenaikan Pertamax pada Inflasi

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov mengatakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax mungkin tidak akan memicu lonjakan inflansi ekstrem. Tapi ia memperingatkan pemerintah perlu memperhatikan dampak penyesuaian harga pada masyarakat terutama kelompok kelas menengah perkotaan yang masih bergantung pada kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari karena terjadi ketika tekanan biaya hidup mulai meningkat.

“Dampak kenaikan Pertamax terhadap daya beli kelas menengah kemungkinan tidak langsung terlihat sebagai lonjakan inflasi nasional yang ekstrem, tetapi akan terasa pada biaya hidup harian,” kata Abra, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga
  • Iran Beberkan Upaya Culas Israel Menggagalkan Kesepakatan Teheran-Washington
  • Mentan Ajak Laskar Merah Putih Kawal Swasembada Pangan, Tegaskan tak Gentar Lawan Mafia Pangan
  • Kerap Dikritik Soal Jalan Rusak, Gubernur Luthfi Realokasi Rp 200 Miliar untuk Pengaspalan dan Beton

Ia mencatat data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, inflasi tahunan pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan April 2026 yang sebesar 2,42 persen yoy.

“Artinya, ruang konsumsi masyarakat sudah mulai tertekan sebelum kenaikan Pertamax terbaru sepenuhnya tercermin dalam inflasi bulan berikutnya,” katanya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pemerintah sebelumnya menegaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dengan mempertimbangkan kondisi pasar energi global, termasuk dinamika geopolitik dan biaya distribusi energi. Penyesuaian tersebut juga belum sepenuhnya mengikuti harga keekonomian untuk tetap menjaga daya beli masyarakat.

Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak mengalami penyesuaian harga dan tetap diberikan sesuai peruntukannya. Abra menilai dampak kenaikan Pertamax terhadap daya beli kemungkinan tidak akan langsung terlihat dalam bentuk lonjakan inflasi nasional yang besar, tetapi lebih terasa melalui kenaikan biaya hidup harian.

“Kelas menengah menghadapi kombinasi tekanan dari biaya transportasi, pangan, pendidikan, cicilan, dan kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

Sejumlah kendaraan antre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Jalan Bukit Keminting, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (7/5/2026). Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyebutkan, antrean pembelian BBM yang didominasi pertalite dan pertamax di sejumlah SPBU di Palangka Raya yang terjadi beberapa hari terakhir tersebut akibat dari meningkatnya aktivitas konsumsi dalam waktu bersamaan dan Pertamina memastikan stok BBM di Palangka Raya tersedia. - (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : ANTARA
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakar soroti peran AI dalam tingkatkan daya tarik peradaban China
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Pertamina Pastikan Stok Pertalite Tersedia, Distribusi Berjalan Normal
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Cabe Ijo Tak Pernah Mati, Kini Hadir Lebih Berani!
• 22 jam laluherstory.co.id
thumb
Pertamina Jamin Stok Pertalite Aman dan Distribusi di SPBU Normal
• 19 jam lalumatamata.com
thumb
Indonesia Perlu Membaca Tekanan Ekonomi Secara Lebih Jernih dan Seimbang
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.