Giliran Mahasiswa Yogyakarta Turun ke Jalan Suarakan Tuntutan Rakyat

kompas.id
20 jam lalu
Cover Berita

SLEMAN, KOMPAS - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi berunjuk rasa di kawasan Gejayan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026). Mereka menyuarakan tuntutan kepada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming untuk membatalkan berbagai kebijakan yang dinilai menjadi sumber berbagai persoalan yang dihadapi rakyat saat ini, termasuk Makan Bergizi Gratis.

Aksi mahasiswa yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu dipusatkan di pertigaan Gejayan. Pertigaan itu merupakan jalur utama penghubung Sleman dengan Kota Yogyakarta sekaligus dekat dengan sejumlah kampus besar di DIY, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sanata Dharma.

Para mahasiswa tersebut tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil. Selain mahasiswa, terdapat pula akademisi, aktivis demokrasi, seniman, dan pengemudi ojek daring.

Para peserta aksi membawa serta berbagai spanduk dan poster yang berisi tuntutan kepada pemerintah. Di antara poster itu berbunyi "Stop Pemborosan APBN", "Stop MBG dan KDMP", serta "Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM".

Peserta aksi juga mendirikan "panggung" orasi di tengah pertigaan dan bergantian menyuarakan aspirasinya. Arus lalu lintas dari ketiga arah pun dialihkan.

Saat berorasi, massa juga sempat beberapa kali meneriakkan seruan pergantian pemerintahan. Hal ini sebagai wujud kekecewaan mereka atas kondisi negara saat ini.

Baca JugaKetika Tentara Menghadang Demonstran di Jalan Sudirman

Juru Bicara Aliansi Rakyat Memanggil, Marsinah, mengungkapkan, solusi paling dekat yang bisa dilakukan pemerintah saat ini untuk merespons tuntutan rakyat adalah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Dua program yang menyedot banyak anggaran itu rawan menjadi sumber korupsi, sebagaimana dalam kasus yang terungkap di Badan Gizi Nasional (BGN) beberapa waktu lalu.

Marsinah pun menyebut, berbagai program strategis nasional tersebut selama ini bukan membawa kesejahteraan rakyat, tetapi malah membuat rakyat semakin terpuruk. Tersedotnya anggaran ke kedua program itu membuat program-program lain yang juga penting jadi terabaikan.

Menurut Marsinah, anggaran untuk kedua program itu sebaiknya dikembalikan untuk berbagai program lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. "Juga untuk menjamin dollar tidak terus naik lagi," katanya.

Baca JugaAnalisis Drone Emprit: Reformasi Jilid II Akumulasi Kekecewaan Mendalam Publik

Tuntutan Aliansi Rakyat Memanggil lainnya adalah pulihkan dan tingkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat serta hapuskan ketimpangan di segala lini. Aliansi juga menuntut pemerintah menurunkan harga bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM), dan tarif layanan dasar.

Selain mahasiswa, perwakilan pengemudi ojek daring juga menyuarakan aspirasinya dalam aksi tersebut. Mereka salah satunya menyoroti kenaikan harga Pertamax yang berdampak pada penghidupan mereka.

Rie, Koordinator Wadah Komunikasi Antardriver Aktif (Wakanda), mengatakan, kenaikan harga Pertamax itu memicu perpindahan pembelian ke BBM bersubsidi Pertalite. Kondisi itu pun membuat antrean Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengular panjang sehingga menyulitkan pengojek daring.

Bahkan, tak jarang hal tersebut memicu stok Pertalite di sejumlah SPBU cepat habis. "Padahal kami membutuhkan Pertalite untuk operasional sehari-hari," katanya.

Baca JugaDemo BEM UI dan Rentetan Unjuk Rasa di Era Prabowo, Mengapa Terus Berulang?

Belum lagi hal itu menghambat pengojek yang harus mengantarkan pesanan ke pelanggan. "Ketika terlambat, kami bisa kena sanksi dari aplikator," ujarnya.

Karena itu, dia pun mendesak pemerintah mengembalikan harga Pertamax seperti semula.

Hingga pukul 19.00 WIB, aksi masih terus berlanjut. Meski sebagian besar peserta aksi sudah membubarkan diri, sebagian lainnya masih bertahan di pertigaan Gejayan.

Mereka menggelar aksi duduk-duduk sambil menyanyikan berbagai lagu perjuangan mahasiswa. Mereka juga menyambut dengan meriah setiap pembunyian klakson dari pengendara yang lewat sebagai wujud dukungan terhadap tuntutan mahasiswa.

Solusi paling dekat yang bisa dilakukan pemerintah saat ini untuk merespons tuntutan rakyat adalah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proyek pertama pembongkaran pesawat diluncurkan di FTP Hainan, China
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Pendaftaran PPPK Kemensos 2026 Ditutup 14 Juni, Pelamar Diingatkan Jangan Asal Unggah Dokumen
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pengakuan Onyo Buka Babak Baru Polemik Keluarga Ruben Onsu
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Minggu 14 Juni 2026 & Besaran Pajaknya
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Mengenal Labuhan Ageng Pantai Sembukan, Tradisi Sakral Sedekah Laut saat 1 Sura
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.