Berikan Kuliah Umum di Unsrat, Gubernur Akmil Paparkan Dinamika Politik Dunia dan Peran Strategis Generasi Muda

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar Kuliah Umum bertajuk “Dinamika Pembinaan Generasi Muda Indonesia di Tengah Pesatnya Perkembangan Geopolitik Dunia” yang menghadirkan Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar, S.E., M.M., sebagai pembicara utama.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Unsrat, Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Kamis (11/6/2026) itu diikuti sekitar 800 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, dan unsur organisasi kemahasiswaan.

BACA JUGA: Jazuli Juwaini Beri Kuliah Umum Soft Skill Gen Z Era Revolusi Industri 4.0 & Society 5.0

‎Acara dibuka pada pukul 14.00 WITA dan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta doa bersama.

BACA JUGA: Kuliah Umum di Udayana, Ibas: Bali Simbol Energi dan Inspirasi Bangsa

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan aman dan lancar.

‎Rektor Prof. Oktovian juga menyampaikan apresiasi kepada Mayjen TNI Rano Tilaar yang berkenan hadir dan berbagi wawasan strategis kepada civitas akademika Unsrat.

Dia berharap seluruh peserta dapat menyimak materi yang disampaikan guna memperluas pemahaman terhadap tantangan global yang sedang berkembang.

‎Sebelum sesi kuliah umum dimulai, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unsrat menampilkan tarian tradisional Katrili yang mendapat apresiasi dari para peserta.

Mayjen TNI Rano Tilaar menjelaskan geopolitik merupakan kajian mengenai pengaruh kondisi geografis terhadap kebijakan politik, ekonomi, pertahanan, dan hubungan antarnegara.

Menurutnya, geopolitik menjadi dasar penting bagi suatu negara dalam menentukan strategi untuk mencapai kepentingan nasional.

‎Materi yang disampaikan mencakup lahirnya ideologi ultra nasionalisme, perkembangan geopolitik dunia saat ini, posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik, hingga dampak perubahan geopolitik global terhadap Indonesia.

‎Mayjen TNI Rano Tilaar menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di persimpangan dua benua, yakni Asia dan Australia, serta dua samudra, yaitu Hindia dan Pasifik.

Posisi tersebut menjadikan Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik.

‎Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Menurutnya, generasi muda harus mampu meningkatkan kompetensi, inovasi, dan daya saing agar dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat.

"“Generasi muda memiliki peran penting sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. Mereka harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, semangat bela negara, serta kemampuan berpikir kritis dan strategis dalam menghadapi perubahan lingkungan internasional yang semakin dinamis,” ujar Mayjen TNI Rano Tilaar.

‎Sesi kuliah umum dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendalami berbagai isu terkait geopolitik, pertahanan, serta tantangan Indonesia di tengah perubahan konstelasi global.

‎Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Rektor Unsrat kepada Gubernur Akmil, pemberian hadiah kepada mahasiswa yang aktif bertanya, serta sesi foto bersama.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Majelis Keluarga Besar Permesta, Philip Pantouw, para dekan dan dosen di lingkungan Unsrat, Lettu Cba Farlan selaku Plh Dan BKI A Deninteldam XIII/Merdeka, pengurus BEM dan organisasi kemahasiswaan, serta ratusan mahasiswa Unsrat.

‎Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap perkembangan geopolitik global dan dampaknya terhadap aspek keamanan, ekonomi, sosial, serta kedaulatan Indonesia.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan wawasan kebangsaan, nasionalisme, dan semangat bela negara guna membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, adaptif, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Udara Jakarta Kurang Ideal Pagi Ini, Warga Disarankan Pakai Masker
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejagung Tegaskan Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
ESDM Keluarkan Peringatan: Jauhi Radius 1,5 Km Gunung Soputan
• 19 jam lalueranasional.com
thumb
Pabrikan Mobil China Bikin Ferrari Kebakaran Jenggot
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Delapan Santriwati Korban Pencabulan Ponpes Semarang Dapat Pendampingan Psikologis
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.