Presiden Lebanon Joseph Aoun Menegaskan Negara Harus Memegang Monopoli Senjata di Tengah Ketegangan Keamanan

pantau.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan negaranya sedang menghadapi pilihan yang menentukan terkait keberadaan senjata milisi, yakni antara membangun negara berdaulat yang memonopoli kepemilikan senjata atau tetap menjadi sandera logika milisi di tengah situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.

Pernyataan Presiden dalam Peringatan 48 Tahun Wafatnya Tony Frangieh

Pernyataan tersebut disampaikan Joseph Aoun dalam sebuah rilis untuk memperingati 48 tahun pembunuhan mantan menteri Lebanon Tony Suleiman Frangieh yang diunggah oleh pihak kepresidenan melalui platform media sosial X.

Aoun menyatakan, “Peringatan yang menyakitkan ini datang di saat Lebanon hari ini berdiri di persimpangan jalan yang menentukan: apakah rakyatnya bersatu di bawah negara berdaulat yang memonopoli persenjataan, menegakkan supremasi hukum, dan melindungi warganya tanpa memandang afiliasi maupun jabatan, atau tetap menjadi sandera bagi logika milisi dan budaya eksklusi,” ungkapnya.

Presiden Lebanon tersebut menekankan pentingnya negara memiliki kendali penuh atas persenjataan sebagai bagian dari upaya menegakkan supremasi hukum.

Ia juga menyoroti perlunya perlindungan terhadap seluruh warga negara tanpa membedakan afiliasi maupun kedudukan melalui sistem yang berlandaskan hukum.

Persatuan Nasional Dinilai Menjadi Kebutuhan Eksistensial

Joseph Aoun menyebut persatuan nasional sebagai kebutuhan yang bersifat eksistensial bagi Lebanon dan berjanji akan terus mengupayakan terwujudnya negara yang memberikan kebebasan serta kesetaraan bagi seluruh rakyatnya.

Menurut Aoun, warga negara seharusnya dipersatukan bukan hanya oleh wilayah geografis, tetapi juga oleh kewarganegaraan yang sejati dan rasa memiliki terhadap negara yang berlandaskan hukum serta keadilan.

Pernyataan itu muncul ketika serangan Israel ke wilayah Lebanon masih berlanjut meskipun gencatan senjata yang rapuh telah dimulai sejak 17 April.

Di saat yang sama, beberapa putaran negosiasi yang disponsori Amerika Serikat antara Beirut dan Tel Aviv telah berlangsung di Washington.

Situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil menjadi latar belakang munculnya seruan Presiden Lebanon mengenai pentingnya monopoli senjata oleh negara dan penguatan persatuan nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klasemen Piala Dunia 2026: 3 Tuan Rumah Posisi Pertama
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gelapkan 11 Kendaraan Rental, Seorang Ibu di Lampung Ditangkap Polisi | KOMPAS SIANG
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Mengapa Presiden Prabowo Banyak Diserang?
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Foto: Duel Kanada vs Bosnia & Herzegovina Berakhir Sama Kuat
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Gelombang Pejabat Partai Komunis Tiongkok Dikabarkan Antri “Menyerahkan Diri”, Sumber Internal Ungkap Latar Belakangnya
• 15 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.