Fithrat Irfan: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Aktivis muda nasional Muhammad Fithrat Irfan mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari aktivis, akademisi, hingga mahasiswa, untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dinamika politik yang dihadapi Indonesia.

Fithrat yang juga menjabat sebagai komisaris independen PT Electronic Data Interchange Indonesia, salah satu anak usaha Pelindo, menegaskan bahwa perjalanan bangsa Indonesia dibangun melalui proses perjuangan yang panjang dengan pengorbanan jiwa, raga, darah, dan air mata para pendiri bangsa.

BACA JUGA: Pemerintah Bakal Revitalisasi 71.744 Sekolah, Janjikan Buka 1,1 Juta Lapangan Kerja

Menurutnya, kondisi yang tengah dihadapi Indonesia saat ini perlu disikapi secara bijak dan proporsional.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi ekonomi maupun politik untuk memecah belah persatuan nasional.

BACA JUGA: Membangun Nilai Kebangsaan: HIKMAHBUDHI Gelorakan Semangat Antikekerasan, Damai dan Menolak Anarkisme

"Saya mengimbau kepada rekan-rekan aktivis, akademisi, maupun mahasiswa agar tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi yang ada untuk memecah belah anak bangsa," ujar Fithrat, Sabtu (13/6).

Ia menilai setiap persoalan bangsa perlu dilihat secara objektif dan menyeluruh. Menurutnya, proses pembangunan sebuah negara besar tidak pernah berlangsung secara instan, melainkan melalui berbagai tahapan dan tantangan.

BACA JUGA: Menko Airlangga Perkuat Kerja Sama Ekonomi RI-Australia Guna Hadapi Tantangan Global

"Negara yang besar selalu melalui proses panjang. Tidak ada negara yang tumbuh dan maju tanpa menghadapi berbagai tantangan dan dinamika. Karena itu, kita perlu memberi ruang kepada pemerintah untuk terus melakukan pembenahan," katanya.

Fithrat juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.

Namun, kritik tersebut diharapkan tetap disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan bangsa serta rakyat.

"Kritik tentu diperlukan dalam demokrasi. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kritik itu dapat mendorong perbaikan dan memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa," ujarnya.

Menurut Fithrat, pemerintah saat ini tengah berupaya menjalankan berbagai program pembangunan dan reformasi tata kelola, termasuk pemberantasan korupsi serta pelaksanaan agenda Asta Cita yang menjadi arah pembangunan nasional.

Ia juga menyoroti bahwa tekanan ekonomi yang pernah terjadi tidak dapat dilepaskan dari situasi global yang penuh ketidakpastian, termasuk dinamika geopolitik internasional yang berdampak terhadap perekonomian berbagai negara.

"Situasi ekonomi global saat ini memang penuh tantangan. Banyak negara menghadapi tekanan yang sama akibat kondisi geopolitik dan ekonomi dunia yang tidak menentu. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk menghadapinya," katanya.

Fithrat mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor.

Menurutnya, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif seiring membaiknya sejumlah indikator ekonomi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan yang terlibat dalam menjaga stabilitas nasional dan perekonomian, termasuk jajaran pemerintah yang terus berupaya memperkuat kepercayaan dunia usaha dan investor terhadap Indonesia.

Di akhir pernyataannya, Fithrat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menjaga persatuan sebagai modal utama pembangunan bangsa.

"Jangan pernah lelah mencintai bangsa dan negara ini. Indonesia merdeka karena perjuangan para pendahulu kita. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi terbaik bagi bangsa," tutupnya. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wamenkum Ungkap Alasan Menambahkan Diksi di Pasal Usia Pensiun Kapolri


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta di Jabar Gratis, Meski Ada Ketentuan Ini
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pertamina Pastikan Stok Pertalite Tersedia, Distribusi Berjalan Normal
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Simpan Dolar Sekarang Bisa Buntung? Rupiah Diramal Bakal Segera Melesat!
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Makin Modern, Smart Bathroom Makin Diminati Lho Beauty!
• 20 jam laluherstory.co.id
thumb
BTN Jakim Digelar, CFD DKI Ditiadakan Sementara
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.