jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah sepanjang 2026.
Program tersebut mencakup renovasi gedung sekolah, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
BACA JUGA: Menjelang Libur Sekolah, Polrestabes Bandung & Pemkot Patroli Antisipasi Kejahatan Jalanan
“Tahun ini kami akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," ucap Abdul dikutip pada Sabtu (13/8).
Dia mengatakan bahwa jumlah tersebut meningkat dari rencana sebelumnya.
BACA JUGA: Bandung Zoo Siap Dibuka Kembali, Faunaland Susun Program Revitalisasi
Pada awalnya, kata Abdul, pemerintah menargetkan revitalisasi 11.744 sekolah dengan anggaran sebesar Rp 14 triliun.
Namun, pemerintah kemudian berkomitmen menambah sasaran sebanyak 60.000 satuan pendidikan, sehingga total target revitalisasi mencapai 71.744 sekolah.
BACA JUGA: Demo Mahasiswa di Bandung Suarakan Penghentian Total Program MBG
Menurut dia, hingga saat ini pemerintah telah menyelesaikan sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah.
“Bahkan, beberapa di antaranya sudah bisa selesai di bulan Juli atau Agustus, dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026/2027," kata dia.
Abdul melanjutkan, program revitalisasi sekolah memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
Berdasarkan hasil kajian pemerintah, program tersebut juga berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Dia menjelaskan bahwa pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola, sehingga proses pembangunan dan perbaikan dilaksanakan langsung oleh masing-masing satuan pendidikan.
Skema tersebut dinilai dapat mendorong keterlibatan masyarakat setempat sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di daerah.
“Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 (sekolah) tu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan,” tuturnya.
Dia menambahkan program revitalisasi sekolah mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Selama melakukan peninjauan ke daerah-daerah tersebut, Abdul mengatakan pengelola sekolah dan para siswa sangat mengapresiasi program tersebut.
"Komitmen Bapak Presiden untuk peningkatan mutu pendidikan, kami merevitalisasi sekolah-sekolah itu, baik sekolah negeri maupun swasta, dan itu kami selenggarakan di seluruh Indonesia," tambahnya. (dit/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




