Ketegangan kembali pecah di wilayah Tepi Barat, Palestina. Tentara Zionis Israel menyerbu dan menembaki Desa Deir Abu Mash'al saat warga setempat tengah melaksanakan ibadah salat Jumat.
Aksi represif ini dilakukan dengan mengerahkan sejumlah besar personel militer ke sebuah masjid yang terletak di barat laut Ramallah. Bukannya memberikan ruang aman bagi warga untuk beribadah, pasukan Zionis justru menembakkan gas air mata dan granat kejut ke arah jemaah.
Dikutip dari Primetime News, pihak militer Israel berdalih bahwa penyerbuan tersebut dilakukan karena menuduh warga akan menggelar aksi protes. Unjuk rasa tersebut disebut sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya pengambilalihan paksa lahan oleh pemukim Zionis di wilayah tersebut.
Baca juga: Presiden Somalia Tuduh Israel Sengaja Manfaatkan Sengketa Somaliland
Sebelumnya, para pemukim Zionis dilaporkan telah menyerbu Bukit Al-Qurani. Di lokasi tersebut, mereka mulai membangun pos-pos dan tenda secara ilegal di lahan milik warga Desa Deir Abu Mash'al, Beitillu, dan Jamal di barat laut Ramallah.
Kondisi di lapangan dilaporkan sangat mencekam. Seorang petugas medis, Raed Al-Khatib, mengatakan bahwa pasukan Zionis Israel berulang kali menembakkan gas air mata dan granat kejut saat jemaah masih berada di dalam masjid.
Penggunaan gas air mata dalam jumlah besar di ruang tertutup tersebut menyebabkan beberapa orang jemaah mengalami luka-luka dan gangguan pernapasan. Tim medis di lokasi harus bekerja cepat menangani para korban di tengah situasi yang belum kondusif akibat banyaknya gas yang dilepaskan ke arah pintu masuk dan area sekitar masjid.




