Siapkan Pemimpin Masa Depan, Wamendagri Tekankan Pentingnya Nilai Budaya dan Moral bagi Pemuda

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa penanaman nilai budaya, moral, dan kebangsaan pada generasi muda menjadi fondasi mutlak dalam mencetak pemimpin masa depan Indonesia yang tangguh.

"Peradaban besar ditopang oleh pengetahuan dan dipertahankan oleh karakter. Karena itu, tugas kita hari ini adalah fokus membangun karakter dan mengusung kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu," kata Bima saat menghadiri pengukuhan Pengurus Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) di Jakarta, Sabtu.

BACA JUGA: Wamendagri Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

Bima mengatakan kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh karakter yang kuat.

Menurut dia, tantangan pembentukan karakter semakin besar seiring perkembangan media sosial yang memungkinkan penyebaran informasi berlangsung cepat tanpa selalu diiringi proses verifikasi.

BACA JUGA: Transformasi GNRM jadi Program Penguatan Karakter & Jati Diri Bangsa

Karena itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, etika, dan kebijaksanaan agar mampu menyaring informasi serta tetap berpegang pada kebenaran.

Bima menilai upaya menyiapkan generasi penerus bangsa tidak cukup hanya melalui pendidikan formal dan peningkatan kompetensi. Karakter dan integritas, kata dia, harus berjalan beriringan dengan kecerdasan agar mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas dan bertanggung jawab.

BACA JUGA: Terima Panitia Indonesia Pasti Bisa, Bamsoet Dorong Penguatan Karakter Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Bima juga mengajak generasi muda memiliki wawasan global tanpa meninggalkan akar budaya dan identitas kebangsaan.

"Melayu itu kosmopolitan. Menjejak bumi Melayu, berpijak di bumi Nusantara, dan menatap dunia. Itulah para pendiri bangsa kita. Mereka berangkat dari budaya lokal, berpikir dalam bingkai nasional, dan berkiprah di tingkat global," ujarnya.

Lebih lanjut, Bima menuturkan tradisi intelektual Melayu telah melahirkan banyak tokoh yang berkontribusi bagi bangsa, seperti Raja Ali Haji dan Buya Hamka.

Menurut dia, pemikiran dan keteladanan para tokoh tersebut tetap relevan dalam membangun karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman.

Karena itu, Bima berharap ISMI dapat menjadi ruang yang aktif untuk menghidupkan kembali nilai budaya, etika, dan kebangsaan melalui berbagai kegiatan edukasi serta pengembangan pemikiran.

Upaya tersebut, lanjut dia, penting untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus memanfaatkan peluang bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JKN Lindungi Gibran, Siswa Sekolah Rakyat Pejuang Hepatitis Autoimun
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
TNI Ikut Turun saat Demo Mahasiswa, Kapuspen: Pengerahan Prajurit Atas Permintaan
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Lansia di Jakarta Banyak Tak ke Dokter, Pilih Obati Sendiri
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Sering Mengetik dan Main Gadget? Waspadai Cedera Tangan Akibat Gerakan Berulang
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Curhatan Betrand Peto Jadi Sorotan, Singgung Tante hingga Perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.