Ketua KWG: Indonesia Butuh Lebih Banyak Wirausahawan untuk Kejar Negara Maju

viva.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan jumlah wirausahawan. Meski perekonomian terus tumbuh dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tulang punggung ekonomi nasional, rasio kewirausahaan Indonesia dinilai masih tertinggal dibandingkan negara-negara maju.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Komunitas Wirausaha Gonzaga (KWG) periode 2026-2029, Eddy Sambuaga, dalam pelantikan kepengurusan baru KWG di Jakarta Selatan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Baca Juga :
Dari Pesanan Keluarga di Amsterdam, Tas Serat Alam Mlatiwangi Kini Menjangkau Pasar Ekspor Berkat Dukungan BRI
Pramono Targetkan Transaksi di Jakarta Fair 2026 Tembus Rp8 Triliun

Menurut Eddy, data Kementerian UMKM menunjukkan rasio kewirausahaan Indonesia pada 2025 baru mencapai 3,29 persen. Angka tersebut masih jauh di bawah negara maju yang umumnya memiliki rasio pengusaha di atas 10 persen.

"Rasio kewirausahaan nasional yang masih di bawah negara maju adalah pekerjaan rumah bersama yang harus kita jawab," kata Eddy.

Ia menilai peningkatan jumlah wirausahawan menjadi salah satu kunci untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja di masa depan.

Karena itu, KWG menyatakan siap mendukung berbagai upaya pengembangan kewirausahaan, termasuk penguatan sektor UMKM dan ekonomi rakyat melalui program yang konkret dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Kami siap mengambil bagian secara konkret, bukan dengan retorika, melainkan dengan program yang terukur dan kemitraan yang nyata," ujarnya.

Dalam pandangannya, menjadi wirausahawan tidak hanya soal kemampuan bisnis, tetapi juga ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan.

"Wirausaha itu kelompok orang-orang yang paling tahan banting," katanya.

Selain mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha, Eddy juga menekankan pentingnya regenerasi dalam dunia kewirausahaan. Ia ingin lebih banyak generasi muda terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan bisnis agar mampu menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan juga datang dari Ketua Ikatan Alumni Kolese Gonzaga (IKA GONA), Ariston Herwindo. Menurut dia, organisasi alumni memiliki peran strategis untuk membantu pelaku usaha yang baru merintis maupun yang sudah berkembang.

Ariston menilai keberhasilan seorang pengusaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis atau keterampilan bisnis semata.

"Skill bisa dilatih, tapi disiplin dan attitude itu yang paling penting bagi seorang pengusaha," ujarnya.

Baca Juga :
Menteri Maman Tegaskan Pengurusan NIB UMKM Tidak Terkait Penarikan Pajak
Survei Ungkap 89,9 Persen SPPG Minimal Gandeng 1 UMKM Jadi Mitra Pemasok Bahan Baku
Penyitaan Ratusan Bal Bawang Putih di Bali Diadukan ke Komisi III DPR

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Heboh! Kronologi Choky Sitohang Diduga Alami Intimidasi oleh Oknum Pejabat
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Strategi Ekspansi BookCabin, Travel Fair Surabaya Tawarkan Promo Tiket dan Umrah
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Pilihan Hair Dryer Berkualitas dengan Watt Rendah
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Rekan Jay Idzes Berpotensi Dibajak, Sang Bek Timnas Indonesia Berpeluang Susul Fabio Grosso ke Fiorentina?
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.