Kepala BRIN Arif Satria Mendorong Periset Tingkatkan Kualitas Proposal demi Optimalkan Anggaran Riset Rp1,9 Triliun

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, meminta seluruh periset di lingkungan BRIN meningkatkan kualitas proposal penelitian agar peningkatan anggaran riset sebesar Rp1,9 triliun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan solusi yang berdampak bagi pembangunan nasional.

Tantangan Bukan Lagi Anggaran, Melainkan Kualitas Gagasan

Arif Satria menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan tambahan anggaran riset yang cukup besar, tetapi jumlah proposal penelitian yang masuk masih jauh di bawah target yang diharapkan.

Ia mengatakan, "Pemerintah telah memberikan tambahan anggaran riset yang cukup besar. Namun, hingga saat ini jumlah proposal penelitian yang masuk masih jauh di bawah target yang diharapkan."

Menurut Arif Satria, tantangan utama BRIN saat ini bukan lagi keterbatasan dana, melainkan ketersediaan gagasan riset yang kuat, terukur, dan mampu memberikan dampak nyata.

Ia mengungkapkan bahwa anggaran riset telah meningkat hingga Rp1,9 triliun.

Setelah melalui proses evaluasi, nilai proposal penelitian yang dinilai layak baru mencapai sekitar Rp150 miliar.

Nilai tersebut masih jauh di bawah target penyerapan anggaran yang diharapkan dapat melampaui Rp1 triliun.

Arif Satria menegaskan bahwa persoalan terbesar di dunia riset bukan semata-mata masalah anggaran.

Ia mengatakan, "Yang lebih mendasar adalah bagaimana peneliti memaknai pekerjaannya."

BRIN Didorong Menjadi Think Tank Pembangunan

Menurut pandangannya, karya-karya besar lahir ketika pekerjaan dijalankan bukan hanya sebagai kewajiban administratif.

Ia menilai peneliti yang benar-benar menyatu dengan bidang keilmuannya tidak lagi berfokus pada absensi, target administratif, maupun tunjangan kinerja.

Arif Satria menyebut bahwa hampir seluruh peraih Nobel memiliki pola yang sama, yaitu menaruh fokus pada satu bidang penelitian selama puluhan tahun.

Ia menggarisbawahi bahwa peran lembaga riset tidak hanya mengidentifikasi persoalan, tetapi juga menawarkan solusi yang didasarkan pada bukti ilmiah.

Menurutnya, pemerintah memerlukan masukan yang cepat, akurat, dan dapat diterapkan dalam proses pengambilan kebijakan.

Ia mengatakan, "Ketika pemerintah menghadapi berbagai tantangan, yang dibutuhkan adalah solusi. Di situlah peran BRIN sebagai think tank pembangunan menjadi sangat penting."

Ia juga menegaskan, "Riset yang baik bukan hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga mampu memberikan dampak bagi kebijakan, masyarakat, dan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri."

Secara keseluruhan, Kepala BRIN mendorong para periset menghasilkan proposal penelitian yang lebih berkualitas agar peningkatan anggaran riset dapat dimanfaatkan secara maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kodam Udayana Ungkap Kronologi Perkelahian Anggota TNI dan Brimob yang Berujung Penikaman di Labuan Bajo
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Duh! Pria Lecehkan Anjing di Jakut, Kejiwaannya Dicek Polisi
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Haraku Ramen Luncurkan Premium Raishi, Rice Bowl Jepang yang Bisa Diracik Sesuka Hati
• 7 jam laluberitajatim.com
thumb
Wamen Veronica Tan: Korban Bullying di Jakpus Berhak Dapat Restitusi,
• 13 jam lalukompas.com
thumb
10 Persen Konsumen Pertamax Diproyeksi Pindah ke Pertalite
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.