Presiden Rusia Vladimir Putin resmi menandatangani dekret presiden baru untuk menambah jumlah personel Angkatan Bersenjata Rusia menjadi hampir 2,4 juta orang. Langkah ini diambil di tengah intensitas operasi militer Rusia yang masih terus berjalan.
Berdasarkan dekret yang diterbitkan di portal resmi publikasi peraturan perundang-undangan Rusia pada Jumat (12/6/2026), jumlah personel resmi militer Rusia kini ditetapkan sebanyak 2.399.130 orang. Dari total angka tersebut, sebanyak 1.510.000 orang merupakan personel militer aktif.
Kebijakan teranyar ini merevisi aturan sebelumnya pada Maret lalu, dengan menambah jumlah tentara aktif sebanyak 7.360 orang dari angka sebelumnya yang berada di posisi 1.502.640 personel.
Baca Juga: Elite Rusia Mulai Ragukan Misi Putin, Target Menaklukkan Ukraina Dinilai Sulit Tercapai
Sebelum mengeluarkan dekret penguatan eksternal ini, Vladimir Putin sempat menyatakan bahwa lebih dari 700.000 tentara Rusia saat ini telah dikerahkan secara langsung ke zona operasi militer khusus.
Banyaknya jumlah personel yang terlibat di garis depan membuat pemerintah Rusia mulai mematangkan jaminan sosial bagi para anggotanya. Putin menambahkan bahwa otoritas Rusia kini sedang menyusun skema dukungan komprehensif pasca-tugas bagi para pasukannya.
Skema perlindungan tersebut nantinya akan mencakup perluasan peluang pendidikan, dukungan rehabilitasi medis yang intensif, hingga penyediaan layanan penempatan kerja khusus bagi para veteran serta seluruh peserta yang terlibat dalam operasi militer.
Baca Juga: Buka Kuota Beasiswa, Ini Jurusan Favorit Mahasiswa Indonesia di Rusia





