JAKARTA, KOMPAS.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026) diwarnai upaya penyusupan orang tidak dikenal.
Polisi menangkap seorang pemuda yang membawa sejumlah bom molotov di dekat kawasan titik aksi.
Pemuda berinisial ANH (24) tersebut kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Gerak-gerik Mencurigakan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyebut peristiwa ini bermula massa mahasiswa tengah bersiap melakukan aksi.
Aparat kepolisianmendeteksi keberadaan dua pemuda yang tidak biasa di sekitar Jalan Jenderal Gatot Subroto.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Massa aksi dari berbagai universitas masih bertahan di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jumat (12/6/2026) malam.
Saat melintas di depan Gerbang Utama Gedung DPR/MPR RI, petugas yang curiga langsung melakukan penghadangan dan pemeriksaan.
Dari hasil penggeledahan terhadap ANH, polisi menemukan barang bukti yang disembunyikan di dalam tasnya yaitu sejumlah botol bom molotov.
"Dua orang yang diamankan tadi sore di Benhil pukul 15.30 adalah kelompok di luar dari elemen mahasiswa yang membawa beberapa botol molotov," kata Budi saat ditemui langsung di Pospol Thamrin, Jumat (12/6/2026) sore.
Terhasut Ajakan Aksi di Media Sosial
Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap bahwa pelaku bukanlah bagian dari kelompok mahasiswa yang mengikuti demo.
Motif awal kedatangan pelaku ke lokasi unjuk rasa adalah setelah mendapat informasi dari jejaring sosial.
Ia melihat sebuah selebaran digital atau flyer yang menyebarluaskan aksi demonstrasi mahasiswa besar-besaran di Jakarta.
"Berdasarkan hasil interogasi awal, ANH datang menuju kawasan parlemen Senayan setelah melihat flyer ajakan unjuk rasa yang beredar luas di berbagai platform media sosial beberapa hari sebelumnya," ungkap Budi, Sabtu (13/6/2026).
Baca juga: Penyusup Demo Mahasiswa Bawa Bom Molotov di Bundaran HI Jadi Tersangka
Polisi pun menyita barang bukti berupa tiga botol bekas kemasan minuman.
Dok. Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tiga botol dan pemantik api yang ditemukan saat penangkapan penyusup demo mahasiswa, Jumat (12/6/2026).
Di dalam botol-botol tersebut telah diisi penuh cairan pemantik api, lengkap dengan juntaian kain penutup pada bagian mulut botol yang berfungsi sebagai sumbu bakar.