Liputan6.com, Jakarta - Di sebuah sudut pasar akhir pekan di Bali, deretan kalung dan gelang berhias mutiara tampak berkilau diterpa cahaya matahari. Di balik produk-produk itu, ada cerita tentang seorang perempuan muda yang memulai usaha dengan alasan sederhana, kenyamanan.
Namanya Gek Nanda Putri Dana Asih dan Gek Ehyang Astiti, mereka adalah dua bersaudara pendiri By Ash Jewelry, yang memulai langkahnya pada tahun 2022 di Bali.
Advertisement
Bercerita kepada Liputan6.com, kala itu Nanda mengaku masih disibukkan dengan penyelesaian skripsi dan belum membayangkan bahwa kegemarannya mengenakan perhiasan akan berkembang menjadi sebuah usaha yang dikenal banyak orang.
"Awalnya memulai usaha karena aku memang suka banget pakai jewelry aja," ujar Nanda kepada Liputan6.com saat berkunjung ke Bali, Sabtu
Namun kecintaannya mengenakan aksesori menghadapkan dirinya pada masalah. Banyak produk yang dibelinya ternyata tidak cukup awet. Di sisi lain, kulitnya yang sensitif membuatnya harus lebih selektif memilih bahan. Efeknya, mengenakan benda tersebut justru tidak membuatnya nyaman.
Dari pengalaman itu, lahirlah gagasan untuk membuatnya sendiri. Dia memilih menggunakan bahan yang kuat seperti stainless steel dan ramah terhadap kulit sensitif. Untuk mempercantik, Nanda memadukannya dengan mutiara, salah satu kekayaan alam Indonesia yang memiliki nilai estetika tinggi.
Nanda mengaku awalnya, produk hand made yang dibuatnya hanya untuk dipakai sendiri. Tetapi tak disangka, teman-teman di sekitarnya mulai tertarik dan ingin memilikinya.
"Dari situlah By Ash Jewelry perlahan lahir!," seru Nanda.
Meski usahanya telah dirintis sejak 2022, perjalanan bisnis By Ash Jewelry tidak langsung meroket. Nanda memprioritaskan pendidikannya. Penjualannya pun dilakukan secara sederhana melalui platform daring, sambil membagi waktu dengan aktivitas kuliah.
"Baru setelah lulus pada 2023, saya mulai memberikan perhatian penuh pada bisnis By Ash. Mulai mengikuti berbagai bazar dan pameran UMKM. Langkah itu menjadi titik penting karena memberi kami kesempatan bertemu langsung dengan pelanggan," seru dia.
Kini, selain berjualan secara online, By Ash Jewelry rutin hadir di tiap Sunday Market setiap akhir pekan di Bali.
Krisis Kepercayaan Diri
Membangun usaha ternyata tidak hanya soal produk dan pemasaran. Nanda mengaku, tantangan terbesarnya justru datang dari dalam diri sendiri.
"Yang paling berat itu rasa percaya diri," ujarnya.
Nanda bercerita, di awal menjalankan usaha, ia kerap menerima komentar yang meragukan nilai produknya. Karena perhiasannya tidak mengandung emas, orang menganggapnya sebelah mata. Bahkan sebagian di antaranya mengomentari harga yang ditawarkan terlalu tinggi. Ada juga dari mereka yang merendahkan kualitas produknya ketika Nanda mencoba menitipkan hasil karyanya ke toko.
"Komentar-komentar tersebut membuat saya mempertanyakan kualitas produk saya sendiri. Jadi dulu aku sempat nggak percaya, apakah produkku memang se-worth it itu?" tanya Nanda meragu.
Kendati perlahan, keraguan itu berubah menjadi keyakinan. Salah satu titik balik terjadi ketika By Ash Jewelry mengikuti program SisBerdaya, sebuah kompetisi dan program pendampingan UMKM yang dihelat oleh DANA di tahun 2025.
Namun lagi-lagi, keinginan Nanda ikut program tersebut bukan semata demi mengasah pengalaman. Namun dengan alasan yang sederhana, ingin merasakan tinggal di Jakarta.
Sebab dalam program tersebut, saat produknya terpilih, maka pelaku bisnisnya akan diundang ke Jakarta untuk mendapat pelatihan langsung dari tim DANA.
Nyatanya, dari motivasi nothing to lose itu berbuah manis. Dari 2.000 peserta yang ikut berkompetisi, By Ash Jewelry masuk menjadi 35 di antaranya yang berangkat ke Jakarta.
"Dari sekitar 2.000 UMKM yang mengikuti kompetisi, By Ash Jewelry berhasil lolos hingga 35 besar dan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan intensif di Jakarta. Kami bertemu para pelaku UMKM dari berbagai daerah dengan semangat yang menurutnya luar biasa!," ungkap Nanda.
Nanda meyakini, kompetisi tersebut membuka jalan baginya. Walau usianya relatif muda, 24 tahun, namun dirinya tak gentar untuk bersaing. Menurutnya, seluruh peserta memiliki usaha yang hebat dan cerita perjuangan yang inspiratif.
Mengingat kata pepatah, 'perjuangan tak mengkhianati hasil', dewan juri di Jakarta menunjuk By Ash Jewelry sebagai juara pertama. Pencapaian tersebut menjadi lebih dari sekadar kemenangan kompetisi. Bagi Nanda, itu adalah momen ketika kepercayaan terhadap produknya tumbuh semakin kuat.
"Di sana akhirnya tumbuh, rasa percaya diri aku terhadap produkku," tuturnya.




