BP Tapera: Penyaluran FLPP rumah subsidi 11 Juni capai 77 ribu unit

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) rumah subsidi per 11 Juni 2026 telah mencapai 77.532 unit rumah atau 22,15 persen dari target pemerintah tahun ini sebanyak 350.000 unit.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan Penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan atau Rumah Subsidi melalui skema FLPP terus menunjukkan tren positif.

"Selain melakukan monitoring terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, kami juga terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dapat mengakses dan memanfaatkan program rumah subsidi. Tentunya hal ini kami lakukan melalui kolaborasi dengan para mitra kerja seperti Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perbankan, hingga Asosiasi Pengembang Perumahan" ujar Heru dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Capaian tersebut merupakan kolaborasi bersama 36 bank penyalur dan 21 asosiasi pengembang. Realisasi KPR Sejahtera FLPP tersebut tersebar di 8.859 perumahan subsidi yang dibangun oleh 9.163 pengembang di 375 kabupaten/kota pada 35 provinsi di Indonesia.

Di sisi perbankan, Bank BTN menjadi penyalur FLPP terbesar dengan realisasi 37.657 unit rumah atau 48,56 persen dari total capaian penyaluran saat ini.

Baca juga: Penyaluran dana FLPP capai 278.868 rumah pada 2025

Diikuti dengan Bank Syariah Nasional menyalurkan 19.088 unit (24,61 persen), Bank BRI 6.275 unit (8,09 persen), Bank BNI 5.608 unit (7,23 persen), dan Bank Mandiri 2.755 unit (3,55 persen), dan 7,96 persen sisanya adalah mitra bank penyalur FLPP lainnya.

Sementara dari sisi kalangan asosiasi pengembang, capaian tersebut berasal dari Real Estat Indonesia (REI) dengan realisasi tertinggi sebesar 32.026 unit rumah atau 41,3 persen dari total penyaluran saat ini.

Posisi berikutnya ditempati Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) dengan 23.048 unit (29,72 persen), Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) sebesar 10.426 unit (13,44 persen), Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) sebanyak 3.532 unit (4,55 persen), dan PI sebesar 2.475 unit (3,19 persen), dan 7,8 persen sisanya berasal dari para asosiasi pengembang lainnya.

Berdasarkan data BP Tapera, minat generasi muda terhadap program pembiayaan rumah subsidi menempati posisi tertinggi. Kelompok usia 19–25 tahun menjadi penerima manfaat FLPP terbanyak dengan 28.060 unit rumah atau 36,19 persen dari capaian total nasional tahun ini.

Baca juga: BP Tapera sebut milenial dan Gen Z masih berminat memiliki rumah

Hal tersebut membuktikan minat masyarakat usia muda untuk memiliki rumah pertama melalui skema pembiayaan bersubsidi ini cukup besar.

Dari sisi jenis pekerjaan, kelompok jenis pekerjaan swasta masih menunjukkan kelompok yang paling besar memanfaatkan layanan FLPP, yaitu sebesar 52.592 atau 67,83 persen.

Diikuti dengan kelompok jenis pekerjaan Wiraswasta sebesar 12.699 atau 16,38 persen, PNS sebesar 6.343 atau 8,18 persen, Lainnya 4.723 atau 6,09 persen, dan TNI/Polri sebesar 1.175 atau 1,52 persen.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho optimis penyaluran FLPP akan terus meningkat setiap bulan. Menurutnya, BP Tapera secara rutin melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kinerja bank penyalur maupun asosiasi pengembang guna memastikan penyaluran berjalan sesuai target.

Baca juga: Asosiasi pengembang nilai tenor KPR 40 tahun perluas akses MBR

Baca juga: BTN salurkan KPR Sejahtera FLPP sebanyak 4.160 unit pada Januari 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Sedang Pulih, Aktivis Muda Imbau Masyarakat Tetap Hindari Provokasi
• 17 jam laludisway.id
thumb
Foto: Melihat Jemaah Beribadah di Masjid Nabawi Pasca-Puncak Haji
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Donald Trump Menyatakan Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Iran Dijadwalkan pada 14 Juni 2026
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia Saat Asyik Nongkrong di Warung Kopi
• 10 jam laluberitajatim.com
thumb
Dari 4.635 SPPG di Jateng, Hanya 575 yang Kantongi Sertifikasi Halal, 715 SPPG tak Punya SLH
• 3 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.