JAKARTA, KOMPAS.com – Ribuan pelari memadati kawasan Gelora Bung Karno, area finish BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026, Minggu (14/6/2026).
Di antara dominasi peserta usia muda, sejumlah pelari lansia mencuri perhatian dengan menyelesaikan kategori Half Marathon (HM)sejauh 21,1 kilometer.
Salah satunya Trisna (61), peserta Half Marathon asal Jakarta yang untuk pertama kalinya mengikuti BTN JAKIM.
Baca juga: Disabilitas Bukan Halangan, Dhery Tuntaskan Lari 10K dengan Satu Kaki dan Tongkat
Dia mengaku mulai serius menekuni lari setelah pensiun sekitar lima tahun lalu.
Awalnya ia hanya berjalan kaki di sekitar kompleks rumah, sebelum perlahan meningkatkan intensitas latihan hingga mampu menempuh jarak belasan kilometer.
“Dulu gampang capek naik tangga. Sekarang malah bisa latihan tiga sampai empat kali seminggu. Target saya bukan cepat, tapi bisa finish dengan selamat,” kata Trisna kepada Kompas.com di kawasan finis, Minggu.
Menurutnya, menjaga kebugaran menjadi alasan utama mengikuti berbagai lomba lari. Ia ingin membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap aktif selama kondisi kesehatan memungkinkan.
“Kalau badan terus dipakai bergerak, rasanya lebih segar. Banyak teman sebaya yang akhirnya ikut latihan juga setelah lihat saya,” ujarnya.
Sementara itu, Fitriani Halim (54), warga Tanjung Priok mengaku konsisten mengikuti BTN JAKIM selama empat tahun terakhir dan kembali memilih kategori Half Marathon pada edisi 2026.
Baca juga: BTN JAKIM 2026 Hari Ini, Layanan Transjakarta Beroperasi Pukul 08.00-11.30 WIB
Menurut Fitriani, persiapan menuju perlombaan dilakukan sekitar dua pekan sebelumnya dengan tetap menjaga rutinitas latihan yang sudah menjadi bagian dari kesehariannya.
“Persiapannya latihan rutin, pola makan, pola tidur, sama strength training dan interval. Saya memang latihan setiap hari,” ujarnya
Ia mengatakan sudah tiba di lokasi start kawasan Monumen Nasional sejak sebelum pukul 05.00 WIB untuk mengikuti rangkaian acara.
Bagi Fitriani, mengikuti lomba lari bukan sekadar mengejar catatan waktu, melainkan bentuk kepuasan pribadi sekaligus menjaga kesehatan di usia yang tidak lagi muda.
Menurut dia, aktivitas fisik tidak harus selalu berupa lari. Berjalan kaki secara rutin pun sudah memberikan manfaat bagi tubuh selama dilakukan secara konsisten.
“Yang penting bergerak. Lari boleh, jalan juga boleh. Jangan bilang enggak kuat sebelum mencoba,” kata dia.





