Pakistan Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Bisa Ditandatangani dalam 24 Jam

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Washington: Amerika Serikat dan Iran disebut semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.

Pakistan, yang berperan sebagai mediator utama dalam proses perundingan, mengatakan kesepakatan damai berpotensi difinalisasi dalam 24 jam ke depan.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan optimisme tersebut melalui unggahan di platform X pada Sabtu, 13 Juni 2026.

"Kita lebih dekat dengan kesepakatan damai daripada sebelumnya. Dengan finalisasi yang kemungkinan terjadi dalam 24 jam ke depan, Pakistan sedang mempersiapkan penandatanganan elektronik segera setelahnya," tulis Sharif, seperti dikutip dari TRT World.

Ia menambahkan bahwa pembicaraan tingkat teknis dijadwalkan berlangsung pada pekan depan setelah proses penandatanganan awal dilakukan.

Meski demikian, Iran menegaskan bahwa nota kesepahaman yang dikenal sebagai Islamabad Memorandum belum diperkirakan akan ditandatangani pada Minggu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan kemungkinan penandatanganan dalam beberapa hari mendatang tetap terbuka, namun Teheran memilih berhati-hati dalam menentukan jadwal pasti.

Menurut Baghaei, perkembangan negosiasi masih dapat berubah sewaktu-waktu dan masih terdapat keraguan dari pihak lain yang terlibat dalam proses tersebut.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa nota kesepahaman tersebut "belum pernah sedekat ini" untuk disepakati. Isi Kesepakatan Masih Diperdebatkan Meski sama-sama menyatakan kemajuan, Washington dan Teheran masih menyampaikan versi yang berbeda terkait isi kesepakatan yang sedang dibahas.

Iran menegaskan tetap mempertahankan haknya untuk memperkaya uranium dan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, dua isu yang selama ini menjadi titik sensitif dalam hubungan kedua negara.

Araghchi mengatakan salah satu poin pembahasan mencakup pencabutan blokade laut Amerika Serikat dan perubahan tertentu dalam pengelolaan Selat Hormuz.

Ia juga menegaskan bahwa uranium yang telah diperkaya Iran hanya akan diproses atau diencerkan di dalam wilayah Iran.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump membantah informasi yang beredar mengenai isi kesepakatan yang disebut berasal dari Iran.

Menurut Trump, rincian yang dipublikasikan kepada media tidak sesuai dengan kesepakatan tertulis yang sedang dirampungkan kedua pihak.

Di tengah proses diplomatik tersebut, ketegangan di Selat Hormuz masih berlangsung. Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) pada Sabtu mengklaim telah menembak jatuh sejumlah drone Iran yang disebut menargetkan kapal-kapal komersial di jalur pelayaran strategis tersebut.

Meski demikian, baik Washington maupun Teheran sama-sama menyatakan optimisme bahwa kesepakatan dapat tercapai dalam beberapa hari mendatang.

Baca juga:  Iran dan AS Sepakati Kerangka Perjanjian Damai, Israel Tak Dilibatkan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ngamuk Tak Dikasih Uang, Pemuda di Sukolilo Pati Nekat Bakar Rumah Orang Tua
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Topindo (TOSK) Tetapkan Dividen Rp1,9 Miliar, Dibayar Awal Juli
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Singgung Indonesia Menuju Krisis, BEM Undip Nyatakan akan Lanjutkan Demo Pemerintah
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
KSP kawal pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Malang
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Gelar Rembug Warga di Depok, FORBES NU 26 Soroti Akuntabilitas dan Tata Kelola PBNU
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.