1.000 BUMN Dipangkas Jadi 200-300 Perusahaan Saja, Prabowo Tak Mau Ada PHK

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan pihaknya sedang melakukan penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dony menekankan, perampingan jumlah perusahaan BUMN dilakukan untuk menciptakan pengelolaan yang lebih efisien.

Adapun pemangkasan BUMN dilakukan dari yang tadinya ada 1.077 entitas, menjadi sekitar 200-300 perusahaan saja.

Baca juga: DPR Kumpulkan Pimpinan Himbara hingga Danantara, Bahas Peluang Buyback Saham BUMN

Meski demikian, Dony mengklaim pemangkasan BUMN ini tidak akan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Seluruh karyawan disebut akan tetap dipertahankan dan dialihkan ke perusahaan hasil konsolidasi.

Dony menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar transformasi besar-besaran di tubuh BUMN tidak merugikan para pekerja.

“Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK,” ujar Dony dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), dikutip Minggu (14/6/2026).

Dony menjelaskan, proses streamlining atau perampingan BUMN ditargetkan rampung pada 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi banyaknya perusahaan yang tidak efisien dan mengalami kerugian.

Baca juga: Prabowo Terbitkan PP Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA Strategis, Atur soal BUMN Ekspor

Dony menyebutkan, dari total 1.077 perusahaan yang ada saat ini, sekitar 52 persen tercatat merugi. Akumulasi kerugian dari perusahaan-perusahaan tersebut mencapai Rp 20 triliun.

Danantara pun melakukan perhitungan terkait opsi tanpa PHK. Hasilnya, penghematan yang diperoleh dari konsolidasi jauh lebih besar dibandingkan biaya tenaga kerja yang harus ditanggung.

“Kita hitung, kalau dari perusahaan-perusahaan yang kita streamlining ini, berapa sih biaya tenaga kerjanya setahun? Ternyata cuma Rp 2-3 triliun,” paparnya.

Dengan potensi efisiensi yang mencapai puluhan triliun rupiah, Danantara memilih mempertahankan seluruh pekerja dibandingkan melakukan PHK.

Baca juga: PT DSI Jadi BUMN Khusus Ekspor, Anggota DPR Singgung China-Arab Sudah Punya Perusahaan Negara Duluan

Sebab, penghematan yang diperoleh jauh lebih besar daripada biaya untuk mempertahankan karyawan.

“Jadi saya berpikir, kalau gitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp 47 triliun,” kata Dony.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dony menegaskan seluruh pegawai akan tetap menjadi bagian dari perusahaan hasil konsolidasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apakah Motor Listrik MBG Boleh Didistribusikan? Ini Kata Abraham Samad
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Kota Rudal Iran yang Gagal Dihancurkan AS Meski Dibombardir Bertubi-tubi
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pilih Asuransi Mobil TLO atau All Risk? Pahami Dulu Bedanya
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Teriakan "Maling" dari Warga Picu Pengepungan Fortuner di Ciledug
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Bapanas Sebut Stok Beras Indonesia Melimpah: Tak Ada Kelangkaan
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.