Komunitas Gellu Toraya Gelar Ruang Belajar untuk Anak Berkebutuhan Khusus

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA — Komunitas Gellu Toraya di bawah naungan Yayasan Seni Budaya dan Kearifan Lokal Rorre bekerja sama Yayasan Tongkonan Buntu Pune, menggelar
pertunjukan budaya.

Mereka membuka ruang bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk belajar dan berkarya bersama. Puncak kegiatan tersebut dilaksanakan Sabtu (13/6/26) malam.

Berlokasi di Tongkonan Buntu Pune, Toraja Utara, Sulsel, mereka menampilkan beberapa atraksi. Khususnya tampilan seni, budaya, dan kearifan lokal Toraja.

Tak hanya itu, mereka juga menjamu tamu dari rombongan Mahasiswa Poltekpar (Politeknik Pariwisata) Makassar.

Kegiatan ini dikemas dengan pagelaran tari tradisional hingga tari lainnya.

Salah satu dosen dari Poltekpar Makassar,
Dr. Margaretha Wadid Rante, M.Si, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Pertama-tama selain jamuan makan dan minumnya, saya mewakili kampus dan pribadi saya sangat mengapresiasi kepada sekolah tari Komunitas Gellu Toraya, yang telah membuka ruang dan kesempatan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk belajar dan berkarya bersama. Kesediaan sekolah tari Komunitas Gellu Toraya dalam merangkul perbedaan memberikan pengalaman berharga dan kepercayaan diri bagi anak untuk terus berkembang,” ucapnya.

Tidak hanya itu, ia juga sangat terpukau saat salah satu penari dari Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ikut menampilkan bakatnya.

“Apalagi saat salah satu penari ABK yang turut tampil memukau bersama teman-temannya. Dukungan seperti inilah yang sangat berarti dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif bagi semua anak-anak tanpa terkecuali,” tuturnya.

Pendiri Komunitas Gellu Toraja, Hesti Yusniati, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan selain memperlihatkan keunikan adat Toraja, juga menampilkan hal baru.

“Jadi selain keunikan adat Toraja, juga membawa suasana baru yaitu bercengkrama melalui makan minum termasuk obrolan dengan warga lokal, termasuk dengan mahasiswa dan seluruh murid dari komunitas kami,” jelasnya.

Hal ini baginya, merupakan langkah tepat yang dikerjakan untuk memperkenalkan adat dan budaya Toraja.

“Kami dan juga pemilik Tongkonan Buntu Pune, memikirkan akan bagaimana membawa pariwisata Toraja ini naik kelas, semoga kegiatan ini semakin banyak ke depan,” tuturnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa harapan dari Komunitas Gellu Toraya, Para pelaku seni budaya (tari dan lainnya) agar semua stakeholder hadir.

“Termasuk Pemda Toraja Utara dan Tana Toraja, pelaku pariwisata, tempat wisata atau cagar budaya. Kami berharap mereka bisa selalu untuk bergandengan tangan untuk saling membantu mengangkat seni budaya dan kearifan lokal. Kalau bukan kita Sang Torayan (orang Toraja), siapa lagi yang harus bergerak lebih dulu,” tutupnya. (edy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kodaeral VIII Gagalkan Penyelundupan Sianida 1 Ton Asal Filipina, Kerugian Negara Rp1 Miliar
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ubed akui ketangguhan Dong Tian Yao, "All-Indonesian Final" batal
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi Amankan 3 Remaja Hendak Tawuran di Koja Jakut, Sita Celurit-Stik Golf
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Lapas Kelas I Surabaya Bekali Warga Binaan Keterampilan Produktif
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tempat Wisata Favorit Anak yang Murah di Jakarta
• 2 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.