HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Timnas Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai pemuncak ranking FIFA sekaligus juara bertahan. La Albiceleste kini dihadapkan pada sebuah fakta yang belum pernah terpatahkan selama lebih dari tiga dekade. Belum ada tim yang berstatus nomor satu dunia mampu mengangkat trofi Piala Dunia pada edisi yang sama.
Argentina menorehkan sejarah pada Piala Dunia 2022 setelah menaklukkan Prancis melalui drama adu penalti di partai final. Gelar tersebut menjadi mahkota dunia ketiga bagi Tim Tango sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak keberhasilan mereka pada 1986.
Namun, memasuki turnamen 2026, Argentina membawa beban statistik yang menarik perhatian. Sejak FIFA memperkenalkan sistem ranking dunia pada 1992, tim yang menempati posisi teratas selalu gagal mengakhiri turnamen sebagai juara dunia.
Fenomena itu pertama kali terlihat pada Piala Dunia 1994. Saat itu Jerman berstatus sebagai tim nomor satu dunia, tetapi trofi justru direbut Brasil. Empat tahun berselang, Brasil datang sebagai pemuncak ranking FIFA, namun gelar jatuh ke tangan Prancis sebagai tuan rumah.
Tren serupa terus berulang. Prancis yang memimpin ranking FIFA menjelang Piala Dunia 2002 harus menyaksikan Brasil menjadi kampiun. Pada 2006, Brasil kembali berstatus nomor satu dunia, tetapi Italia yang keluar sebagai pemenang.
Kutukan tersebut berlanjut pada dua edisi berikutnya. Brasil yang memuncaki ranking FIFA menjelang Piala Dunia 2010 gagal menjadi juara dan harus melihat Spanyol meraih gelar perdana mereka. Ketika Spanyol menempati posisi teratas pada 2014, giliran Jerman yang menjadi penguasa dunia.
Pada Piala Dunia 2018, Jerman datang dengan label tim terbaik versi ranking FIFA, tetapi Prancis yang akhirnya mengangkat trofi. Sementara pada edisi 2022, Brasil kembali berada di puncak ranking dunia dan lagi-lagi gagal mengonversinya menjadi gelar juara, karena Argentina tampil sebagai pemenang.
Kini, sejarah menempatkan Argentina dalam posisi yang belum pernah berhasil ditaklukkan tim mana pun sebelumnya. Selain menyandang status juara hari bertahan, skuad asuhan Lionel Scaloni juga menjadi tim peringkat satu FIFA saat memasuki Piala Dunia 2026.
Perjalanan Argentina akan dimulai dari Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Di atas kertas, Tim Tango memiliki kualitas untuk melangkah jauh. Namun, mereka juga harus menghadapi tekanan besar untuk mematahkan catatan yang selama ini seolah menjadi kutukan bagi tim nomor satu dunia.
Mampukah Argentina mengakhiri tren tersebut dan mencetak sejarah baru di Piala Dunia 2026? Jawabannya akan ditentukan di lapangan, saat mereka berusaha mempertahankan mahkota dunia sekaligus menepis mitos yang telah bertahan selama bertahun-tahun.





